Bicara Soal Perempuan

ilustrasi perempuan oleh pixabay
Sumber :
  • vstory

Namun demikian dinamisasi yang terjadi di setiap upaya semacam ini selalu menemui tantangannya tersendiri. Perkembangan kehidupan yang makin kompleks serta merta berdampak secara langsung pada kegiatan pemberdayaan perempuan ini.

img_title Habiburokhman Minta Penganiaya Perempuan di Mal Senayan City Dihukum Berat

Munculnya peraturan atau kebijakan lain yang bertolak belakang dengan semangat pemberdayaan perempuan ini makin menyulitkan posisi perempuan. Contohnya aturan mengenai Kesehatan dalam UU 36/2009 yang mengatur tentang aborsi bagi korban perkosaan yang dalam praktiknya masih sangat mengakomodir kesusahan karena syarat yang hanya boleh dilakukan di bawah usia 16 minggu dan ditambah perlunya persetujuan tokoh agama cenderung menghilangkan peran perempuan itu sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perempuan dan Demokrasi

img_title Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Tak Dalam Pengaruh Alkohol, Polisi Dalami Motif Pelaku

Demokrasi di Indonesia yang terjadi setelah adanya era reformasi mulai tahun 1998 menjadi titik terang gerbang yang sangat luas bagi perempuan untuk mengambil posisinya dalam proses politik atau kebijakan publik. Peningkatan partispasi perempuan di DPR sebanyak 17 % di pemilu 2014 dan 20,8 % pada pemilu 2019 membuktikan perempuan mampu mengambil perannya dengan sangat strategis, walau belum mencapai angka 30 % hal ini tetap mampu membuktikan demokrasi sangat berpengaruh terhadap posisi perempuan dalam melangsungkan kemajuan.

Demokrasi itu sendiri adalah bagian dari khazanah pembuatan keputusan kolektif. Demokrasi mengejawantahkan keinginan bahwa keputusan-keputusan yang mempengaruhi perkumpulan secara keseluruhan, harus diambil oleh semua anggotanya, dan bahwa masing-masing anggota harus mempunyai hak yang sama dalam proses pengambilan/pembuatan keputusan-keputusan tersebut.

img_title Senayan City Buka Suara soal Pria Tendang Wanita Saat Antre

Dalam diri perempuan melekat multi peran yang menuntut pula kondisi demokrasi dalam berbagai bidang kehidupan. Demokrasi itu sendiri telah menjadi istilah yang sangat diagungkan dalam sejarah pemikiran manusia tentang  tatanan sosio-politik yang ideal. Bahkan, mungkin untuk pertama kali dalam sejarah, demokrasi dinyatakan sebagai nama yang paling baik dan wajar untuk semua sistem organisasi politik dan sosial yang diperjuangkan oleh pendukung-pendukung yang ‘berpengaruh’.

Kesempatan bagi munculnya peran serta masyarakat termasuk kelompok perempuan dalam proses pengambilan keputusan sejalan dengan pembangunan nasional di negara kita telah terjamin. Upaya-upaya maksimal pemberdayaan perempuan menunjukkan political will dari pemerintah yang apresiatif terhadap perkembangan pengarusutamaan gender pada pergulatan politik nasional pada kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut