IMM dan Gerakan Kepemudaan di Indonesia

Muhamad Ikhwan Abdul Asyir ( Ketua Umum PC IMM Banyumas 2019-2020)?
Sumber :
  • vstory

VIVA – Peran pemuda dalam mengawal kehidupan bangsa dan negara tidak bisa diragukan lagi, pemuda sebagai patron kehidupan selalu memiliki torehan untuk disuguhkan. Peran pemuda ini bahkan benar-benar mampu mengguncangkan dunia sesuai dengan apa yang dikatakan bung Karno “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, dan beri aku 10 pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia”.

img_title Polisi Temukan Pisau di Tas Pemuda Diduga Mahasiswa dan Golok dalam Ambulans

Dalam nostalgia sejarah Indonesia, pada tahun 1800-an berbagai gebrakan yang dilakukan kaum pemuda menghantarkan kehidupan bangsa kita pada tarap yang dipenuhi spirit kebersamaan dan kebersatuan, puncaknya mampu dilihat sampai pada tahun 1928 dengan berkumpulnya pada aktivis pemuda yang mampu menjadi representasi berbagai wilayah di Indonesia yang bersama sama mengikrarkan "Sumpah Pemuda"

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tegah heterogennya bangsa ini pemuda mampu menghimpun kekuatan dalam menyatukan visi perjuangan pada masa bangsa ini terjajah dahulu. Semangat pemuda mampu menggelorakan semangat bersama hingga mampu mewujudkan kemerdekaan.
Pemuda juga hendaknya sadar bahwa mereka adalah harapan sekaligus ujung tombak pembangunan suatu bangsa. Pemuda-pemuda memiliki andil sebagai agen perubahan yang berarti pemuda memiliki peran untuk menjadi pusat dari kemajuan Bangsa dan Negara

img_title Peringati HUT RI Ke-81, Kelompok Pemuda dan Mahasiswa Gelar Kirab Merah Putih

Dalam konteks Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), IMM sebagai organisasi yang secara nomenklatur keanggotaannya adalah kalangan mahasiswa dan mahasiswi yang juga merupakan golongan pemuda patutnya mampu menyadari berbagai potensi peran aktifnya. IMM yang dalam konteks ini bisa kita katakan sebagai organisasi pemuda harus mampu melihat secara mendalam dan terlibat di dalam mekanisme penyelesaian permasalahan sosial yang selalu dan semakin dinamis.

Bahkan lebih jauh, IMM tidak hanya terlibat tapi menjadi center gerakan pemuda yang dilalui lewat persebaran kader - kadernya di masyarakat. Secara teknis misalnya, yang kita bicarakan adalah dengan proses melalui IMM, setiap mereka yang terdaftar baik secara administratif maupun relasi kegiatan bakal mampu menyalurkan berbagai pengalaman kerja organisasinya ketika sudah kembali ke aktivvitas kesehariannya di lingkungan masyarakat.

img_title NasDem Target Masuk 3 Besar Pemilu 2029, Saan Mustopa Kirim Pesan Tegas ke Kader Muda

IMM mampu menjadi laboratorium yang besar yang berisikan kader - kader yang tidak hanya ahli dalam menyiasati setiap wacana keilmuan atau pemberdayaan, tapi mampu menerapkannya di lingkungan keluarga, RT, RW, desa bahkan sampai lingkup luas lagi. Bagi kader yang mungkin hadir dan menetap pada lingkaran instansi dari pemerintah, pendidikan, penelitian, atau bahkan politik, IMM selalu menemui penyesuaiannya sebagai patron gerakan yang implementatif yang menguasai bidang keilmuan konsentrasinya dan meleraikan setiap masalah, bukan sebaliknya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut