Psikologi Agama dalam Kehidupan

ilustrasi oleh pixabay.com
ilustrasi oleh pixabay.com
Sumber :
  • vstory

VIVA – Seperti kata Karel Amstrong dalam bukunya Sejarah Tuhan, agama merupakan fenomena universal manusia, siapapun dan dimanapun agama menjadi hal yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia. Bahkan kalau mau ditelusuri lebih jauh, perbincangan soal agama secara umum adalah perbincangan yang bisa dilakukan tanpa mengenal batas seperti waktu, tempat, situasi atau kondisi apappu, bicara agama dan kehidupan manusia akan selalu berjalan menemui relevansinya.

Dalam perjalanannya seiring berjalannya waktu, perubahan sosial yang terjadi di masyarakat secara langsung mengubah orientasi dan makna agama, namun demikian perubahan semacam ini tidak sampai pada menghilangkan eksistensi agama, maka kajian tentang agama akan selalu berkembang dan menunjukkan konsistensinya menjadi hal yang penting apalagi jika dikaitkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Sifat agama yang universal dalam masyarakat memberikan ruang tersendiri bagi kajian masyarakat secara utuh, sebab melihat agama sebagai faktor dalam kajian masyarakat adalah salah satu metode yang melengkapi kajian-kajian tersebut, sebaliknya kajian atau penelitian yang berkaitan dengan masyarakat akang terlihat kurang utuh apabila tanpa melibatkan faktor agama.

Pembahasan mengenai agama sebagai suatu keyakinan yang dianut dan masyarakat menjadi hal yang akan terus mampu bergulir, hal ini juga dikarenakan proses perkembangan manusia itu sendiri yang terus menemui jalannya. Sudut pandang yang digunakan dalam perbincangan agama dan masyarakat pun beragam, agama mampu dilihat dari segi teologis, sosiologi, psikologi antropologis, agama selalu memiliki konteks untuk terkait di dalamnya.

Agama sebagai konsep berjalan terus menerus mengikuti pemahaman manusia atas ajaran agama itu sendiri dan berfungsi menghidupi kehidupan manusia. Tanpa agama manusia akan kehilangan unsur utama di dalam jati dirinya yang penuh dengan kemisteriusan, mengenal agama adalah laku mengenal siapa diri kita dengan mendalam dan menafsirkan berbagai hal yang Tuhan senantiasa curahkan melalui Nur dan ciptannya di dunia. Mengenali agama, adalah cara mengenali lebih jauh siapa kita dan sumber kita semuanya.

Psikologi Agama

Psikologi dalam bingkai kemasyarakatan lebih dalam akan berbicara tentang apa yang menjadi gejala kejiwaan, faktor apa yang mempengaruhi berlaku sesuatu, atau apa yang didapati berdasarkan pengalaman empirik. Sedangkan agama dalam memandang masyarakat lebih bersifat Illahiyah (ketuhanan) atau transenden.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.