Psikologi Agama dalam Kehidupan

ilustrasi oleh pixabay.com
ilustrasi oleh pixabay.com
Sumber :
  • vstory

Agama melihat bahwa setiap fenomena yang ada di masyarakat adalah fenomena yang didasari adanya unsur ketuhanan, agama juga memberikan pengertian bahwa setiap laku dan kerja kehidupan yang dilakukan masyarakat adalah sebagai bentuk kepercayaannya terhadap suatu agama.

Lebih lanjut psikologi adalah seperangkat cabang ilmu pengetahuan yang konsentrasinya hadir pada kajian tentang gejala-gejala kejiawaan dan tingkah laku yang keliatan nyata.

Dalam kajian ini, perilaku objek melalui tingkah laku nyata dapat di observasi secara langsung dan non abtraks, oleh karena itu, ilmu tentang psikologi merupakan bentuk kajian yang bersifat objektif empiris. Psikologi juga serangkaian metodologi yang mengkaji bagaimana tingkah laku manusia sebagai suatu manisfestasi apa yang dia alami dan rasakan yang membentuk kondisi kepribadian, hal ini sengat erat kaitannya dengan pengaruh lingkungan hidup, budaya, pendidikan dan yang utama Agama.

Dimensi agama adalah mengakui bahwa setiap yang terjadi di masyarakat dan di kehidupan adalah soal sejauh mana peran dan tanggung jawab kita sebagai manusia yang terikat dengan norma agama menjalankannya, berbagai hal yang menjadi laku dan kerja manusia di setiap akhirnya berujung pada perhitungan – perhitungan non materil yang bedasarkan petunjuk berupa kitab suci.

“Psikologi Agama” merupakan paduan dari dua dasar kata yang memiliki artinya tersendiri. Psikologi mengandung arti studi yang berfokus pada gejala kejiwaan yang ada di manusia, psikologi sebagai kajian yang ilmiah memiliki sifat dasar teori empirik serta sistematis. Berbeda dengan psikologi, agama justru lebih condong pada fenomena cara-cara bertingkah laku, berperasaan yang dilandasi dengan keyakinan, agama merupakan sekumpulan nilai atau keyakinan yang dianut oleh masyarakat yang menjadi patokan dalam berkehidupan.

Pengertian mengenai psikologi agama di kemukakan oleh Prof. Dr. Zakiah Darajat, bahwa psikologi agama adalah cabang ilmu yang meneliti tentang pengaruh agama terhadap sikap dan tingkah laku manusia serta mekanismenya dalam bekerja dalam diri seseorang.

Sebab pengaruh yang didapati atas hadirnya agama pada perilaku manusia tentu sangat signifikan. Cara berpikir, bersikap, berekspresi serta bertingkah laku seseorang individu tidak dapat mampu dipisahkan dari unsur keyakinannya, dan agama menjadi keyakinan yang sangat diamini. Lebih jauh dalam unsur kelompok pun demikian, agama menjadi konstruksi kepribadian individu dan kelompok dalam menjalani berbagai aktivitas kehidupan.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.