Di Balik Krisis Ekonomi, Muncul Pemimpin Baru
- vstory
VIVA – Kenaikan substitusi energi imbas lonjakan harga minyak global yang menguras APBN dikhawatirkan dapat menjadi 'bom waktu' bagi pemulihan ekonomi Indonesia.
Ekonom menyebutkan lonjakan inflasi yang diikuti normalisasi moneter yang pada akhirnya dapat meningkatkan potensi resesi sejumlah negara maju. Selain itu ancaman krisis energi hingga pangan akan berimbas pada ekonomi nasional.
Bagaimana masa depan ekonomi Indonesia?
Dua tahun lalu, Presiden Jokowi menunjuk Jenderal Andika Perkasa membantu ketua pemulihan ekonomi akibat Covid Menteri Erick tohir.
Waktu itu Presiden Joko Widodo atau Jokowi menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menjadi Wakil Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2020.
Andika akan membantu Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, dalam melakukan penanganan Covid-19.
Ternyata terbukti ditinjau dari dampak pandemi ekonomi Indonesia saat ini beruntung.
1. Inflasi tertahan baik, pertumbuhan ekonomi quarter 2 tahun 2022
Perekonomian kuartal II-2022 diprediksi akan melanjutkan kinerja positif sejak awal tahun. Apalagi ada momen Ramadan dan Lebaran yang mampu membuat ekonomi melesat.
Ekonom Core Piter Abdullah mengatakan dalam momen ini ada pencairan tunjangan hari raya (THR) pegawai negeri sipil (PNS) dan swasta hingga mudik serta liburan. Maka diperkirakan perekonomian kuartal II tumbuh 6,5%.
Berdasarkan tradingeconomics data pemerintah grafik inflasi sudah sepanjang 5 tahun ini di bawah 5%.
Seperti kata pepatah, dalam kondisi kritis muncul pemimpin. Mereka sudah bertemu dan berinteraksi sepanjang dua tahun ini memberikan solusi.