Bagaimana Caranya Oligarki Memastikan Calon Presiden?
- vstory
VIVA - Berita terbaru Rusia gagal membayarkan utang kepada investor asing untuk pertama kalinya sejak Bolshevik menolak untuk membayar tumpukan utang yang besar usai Revolusi 1917.
Meski demikian, ekonomi negara yang mencapai US$ 1,8 triliun belum menunjukkan tanda-tanda kejatuhan. Sanksi yang dijatuhkan oleh Barat atas invasi Rusia ke Ukraina memberikan kejutan eksternal terbesar bagi ekonomi Rusia sejak jatuhnya Uni Soviet pada 1991, tetapi ekonomi Rusia sejauh ini masih sangat tangguh.Â
Risiko gagal bayar
Risiko ini menjadi momok bagi pemerintah, juga bagi pengusaha. Misalnya, ada orang mengambil kredit Rp2 miliar, sehingga dia takut risiko gagal bayar cicilan misalnya Rp26 juta per bulan.
Bagi pengusaha menengah misalnya A ada yang kredit bank Rp300 miliar, dia pun keteteran cicilan Rp 3 miliar per bulan.
Apa jadinya pengusaha besar yang aset perusahaannya Rp70 triliun, misalnya B, kewajiban biaya operasional termasuk kewajiban deviden besar sekali misalnya cost operation Rp700 miliar per bulan.
Otomatis mereka kelompok oligarki B ini berpikir fokus pada itu, risiko gagal bayar.
Tentu mereka sudah tahu trik mendapatkan omzet dan penghasilan penjualan, tetapi trik mereka fokus memainkan tangan-tangan kekuasaan.
1. Pengamatan mereka adalah menggunakan orang-orang misalnya A tadi supaya saat pencapresan, dia pasti mau masuk kepada akses kepada capres. Kenapa? Ya itu tadi, kehendak A sudah pasti tidak mau gagal bayar cicilan.
Bayangkan saja kewajiban cicilan utang A mencapai Rp3 miliar per bulan, dalam 6 bulan Tunggakan mencapai Rp 18 miliar. Otomatis nyawa A habis setelah 6 bulan kecuali dia memastikan capres. Baru dia mungkin bisa terlepas.
2. Jangan dipikir bahwa ada kepentingan oligarki B tadi mereka mau membayar A atau capres. Pasti kalau bayar, sudah diendus KPK. Contohnya banyak. Oleh karena itu dukungan Oligarki B tidak bisa berbentuk uang sokongan. Melainkan memainkan tangan-tangan kekuasaan.
Sekarang mereka B sudah ancang-ancang kepada masuk ke Istana dan secara pasti, bahkan dipastikan A yang nyawanya tinggal 6 bulan, juga demikian peluang B masuk ke Istana, dan peluang Capres dapat Wangsit ke depan semuanya memuncak pada periode 6 bulan lagi.