Terorisme dalam Perspektif Hukum Pidana

ilustrasi pelaku terorisme
Sumber :
  • vstory

VIVA – Terorisme adalah suatu tindak kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang menjadi pusat perhatian dunia hingga kini. Kejahatan Terorisme bukan hanya masalah Nasional saja namun juga mencakup Internasional.

img_title MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah, Perkara yang Masih Berjalan Harus Dihentikan?

Dengan begitu penanganannya pun harus serius karena terorisme merampas hak asasi manusia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perlu diingat bahwa terorisme juga merupakan kejahatan lintas negara, terorganisasi dan jaringannya pun sangat luas sehingga mengancam perdamaian dan keamanan suatu negara yang berdaulat.

img_title Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Jabar hingga Maluku Utara, Begini Peran-perannya

Terorisme harus diberantas dan diselesaikan sampai ke akar-akarnya. Karena jika dibiarkan akan semakin meluas jaringannya dan akan mengancam kestabilan suatu negara.

Bagaimana Aturan Hukum Tentang Terorisme di Indonesia?

Hukum pidana mengenal adanya prinsip tiada hukuman tanpa kesalahan, tindakan terorisme yang dampaknya begitu masif tentunya mendapatkan hukuman yang setimpal juga bahkan seharusnya lebih berat dari apa yang telah yang dirumuskan.

img_title Balasan Menohok Presiden Iran Usai Dituding Pendukung Terorisme oleh Trump: Kami Korban Terorisme!

Menurut ketentuan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme bahwa setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional dipidana dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Kita sebagai masyarakat harusnya menanamkan nilai-nilai pancasilais dalam kehidupan sehari-hari.Dengan begitu kita tidak mudah terpengaruh dengan orang yang baru dikenal yang disinyalir akan membawa ideologi terorisme.

Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Jaksa sebut Silmy Karim Didakwa Terima Gratifikasi: Totalnya 33,9 Miliar

Jaksa sebut mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim juga didakwa menerima gratifikasi. Hal ini, dibeberkan Jaksa di di Pengadilan

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut