Siasat Menghadapi Inflasi Tinggi

Apartemen Agung Podomoro
Sumber :
  • vstory

VIVA - Dalam Ilmu Ekonomi, shrinkflation, juga dikenal sebagai bahan makanan menyusut, deflasi atau perampingan paket, adalah proses penyusutan barang dalam ukuran atau kuantitas, atau bahkan terkadang merumuskan atau mengurangi kualitas, sementara harganya tetap sama atau meningkat.

img_title Desak Pemda Kendalikan Harga Pangan di Daerah, Sekjen Kemendagri Soroti Komoditas Penyumbang Inflasi

Kata tersebut merupakan portmanteau dari kata menyusut dan inflasi. Penggunaan pertama dari istilah "shrinkflation", telah dikaitkan dengan Pippa Malmgren dan Brian Domitrovic.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Shrinkflation memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan margin operasi dan profitabilitas dengan mengurangi biaya sambil mempertahankan volume penjualan, dan sering digunakan sebagai alternatif untuk menaikkan harga sesuai dengan inflasi.

img_title Wamendagri Ribka Haluk Tegaskan Peran Kemendagri Kawal Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Summarecon

Pada saat industri properti tertekan oleh kekeringan likuiditas, Summarecon sukses launch rumah kecil-kecil, bentuk nya mirip kue tart, rumah mungil dan taktiknya sukses diikuti oleh BSD City.

img_title Inflasi RI September 2026 Tembus 3,28 Persen, Harga Pangan hingga Emas Jadi Sorotan

Beberapa pengusaha properti yang tidak bisa bertahan di antaranya Agung Podomoro, Intiland dan lain-lain.

Akibat inflasi harga properti naik tajam. Selama 30 tahun yang silam, harga rumah pertama, rumah yang dibeli pasangan baru setara 12 tahun UMR.

Sekarang pasaran daya beli konsumen properti rumah pertama setara 25 tahun UMR.

Bayangkan saja mau dijual berapa harganya rumah? Otomatis developer memperkecil ukuran rumah. Saking kecilnya beberapa developer membangun 3,5 lantai.

Akuisisi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam beberapa akuisisi, saking melonjaknya inflasi, beberapa investor masuk dalam persentase kecil-kecil.

Beberapa pengusaha memecah akuisisi daripada 100 persen terlalu tinggi harganya, sehingga mereka memecah menjadi 20% atau 70%. Yang penting adalah bagaimana menemukan Kolaborasi.

Pengendalian Inflasi Daerah dirangkaikan dengan Penandatanganan SEB Kemendagri dengan Kementan.

Inflasi RI Naik jadi 3,28%, Mendagri Tito Minta Pemda Perkuat Pengendalian: Jangan Sampai Tembus 3,5%

Mendagri secara khusus meminta daerah-daerah dengan angka inflasi tinggi untuk melakukan langkah pengendalian. Hal ini menyusul angka inflasi YoY September tembus 3,28%.

img_title
VIVA.co.id
12 Oktober 2026
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut