Ayo, Kelola Masker Bekas untuk Mencegah Penularan Covid-19

Masker Bekas Berpotensi Penyebar Bibit Penyakit
Masker Bekas Berpotensi Penyebar Bibit Penyakit
Sumber :
  • vstory

VIVA – Seiring dengan makin merebaknya penyebaran virus covid-19 di masyarakat juga berdampak pada peningkatan jumlah timbulan sampah masker yang telah digunakan di masyarakat selama musim pandemi Covid 19 ini. Tanpa disadari oleh masyarakat ternyata masker bekas pakai ini dapat menjadi media penularan virus atau agen penyebab penyakit yang berbahaya bila dibuang sembarangan atau tidak dikelola dengan baik.

Tidak jarang ditemukan sampah-sampah masker yang dibuang begitu saja di tempat sampah atau bahkan ada juga yang berserakan di jalan-jalan dan tempat-tempat umum, hal ini tentunya ini sangat berbahaya dan berdampak bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Walaupun limbah atau sampah masker bekas dari masyarakat tidak dikategorikan sebagai limbah medis sebagaimana limbah medis dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes), dikarena masker tersebut tidak digunakan dalam pelayanan kesehatan atau digunakan oleh pasien-pasien seperti di Fasyankes sehingga limbah masker dari masyarakat ini termasuk ke dalam kategori limbah domestik, sehingga perlakuan pengelolaannya sama dengan pengelolaan limbah domestik seperti yang diatur pada Undang­ Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Namun lain halnya dengan masker bekas yang telah digunakan oleh masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri tentunya limbah masker ini bukan termasuk limbah domestik biasa tetapi termasuk dalam kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang bersifat infeksius membahayakan lingkungan sekitarnya. 

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, Limbah Covid-19 termasuk dalam Bahan Berbahaya dan Beracun atau B3 karena dapat membahayakan kesehatan bahkan bagi keselamatan manusia. Selain merusak lingkungan, limbah medis yang digunakan untuk menangani Covid-19 berisiko besar menularkan virus corona jika tidak dikelola dengan baik.

Pemerintah Indonesia telah mewajibkan penggunaan masker kepada seluruh warga Indonesia. Pemerintah juga menyediakan rumah sakit untuk melakukan perawatan terhadap pasien yang terkonfirmasi terpapar virus Covid-19. Namun, karena keterbatasan kapasitas rumah sakit, pemerintah menyarankan agar warga Indonesia yang diduga atau terkonfirmasi terinfeksi virus Covid-19 untuk melakukan isolasi mandiri.

Kegiatan isolasi mandiri yang dilakukan oleh masyarakat yang terinfeksi virus ini menghasilkan limbah B3 atau limbah medis yang memiliki karakteristik infeksius dari rumah rumah tangga. Limbah infeksius yang dihasilkan dari rumah tangga atau masyarakat selama masa pandemi Covid-19 ini merupakan isu yang penting diperhatikan dan perlu dikelola dengan cara yang tepat agar tidak menjadi sumber penyebaran penyakit di masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.