Sukseskan Pendidikan dengan Kurikulum Merdeka

Implementasi Kurikulum Merdeka (sumber gambar: kemdikbud.go.id)
Sumber :
  • vstory

VIVA – Keberadaan kurikulum dalam proses belajar mengajar di berbagai lembaga pendidikan adalah hal yang sangat penting. Kurikulum juga menjadi semacam tolok ukur bagi sukses-tidaknya penyelenggaraan pendidikan.

img_title Round Up Kasus Nadiem Makarim: Dari Proyek Chromebook hingga Divonis 10 Tahun Penjara dan Bayar Rp809 Miliar

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan kurikulum itu sendiri? Mengapa keberadaannya demikian urgen dan harus ada dalam dunia pendidikan?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prof. Dr. S. Nasution dalam bukunya Kurikulum dan Pengajaran menyatakan: kurikulum adalah serangkaian penyusunan rencana untuk melancarkan proses belajar mengajar. Adapun rencana yang disusun tersebut berada di bawah tanggung jawab lembaga pendidikan dan para pengajar di sana (Gramedia.com).

img_title Curhatan Nadiem Makarim Usai Divonis 10 Tahun Penjara: Saya Tidak Tahu Lagi Mau Minta Tolong ke Siapa

Sementara itu, menurut UU RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (idtesis.com).

Dari definisi tentang kurikulum tersebut, saya dapat menyimpulkan bahwa kurikulum merupakan sekumpulan cara atau metode yang sengaja dirancang dengan serius untuk menyukseskan program pendidikan di berbagai lembaga pendidikan.

img_title Nadiem Ibaratkan Timnya di Kemendikbudristek Layaknya Mahasiswa Demo: Tuntut Perbaikan Justru Ditangkap

Bicara tentang kurikulum, di negeri ini sedang hangat diperbincangkan tentang “Kurikulum Merdeka” yang digagas oleh Nadiem Anwar Makarim selaku Mendikbudristek (Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi).

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan Kurikulum Merdeka? Mengacu pada keterangan kemdikbud.go.id, Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran (kemdikbud.go.id).

Salah satu manfaat dari diimpelementasikannya Kurikulum Merdeka di berbagai lembaga pendidikan adalah untuk menjawab kebutuhan zaman. Ya, sebagaimana kita ketahui bersama, pendidikan zaman sekarang dengan pendidikan zaman dulu tentu sangat jauh berbeda.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut