Refleksi Diri di Hari Ulang Tahun
- vstory
Dalam QS. Ali Imron ayat 190 yang artinya “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”, di mana melalui surat ini manusia diperintah Allah SWT untuk memberdayakan akal fikirannya guna mengolah bumi dan alam seisinya agar memberikan manfaat (barokah) bagi dirinya.
Dalam ayat ini juga tercermin bahwa Allah SWT menghendaki agar manusia tidak malas dalam bekerja. Dengan istilah lain manusia diperintah untuk bekerja dengan keras agar memperoleh penghasilan yang cukup dan memiliki kehidupan yang layak dan patut.
Ada hikmah yang bisa dipetik dari ungkapan “Bekerjalah sekuat kemampuanmu seakan-akan kamu hidup selama-lamanya dan beribadahlah sekuat kemampuanmu seakan-akan kamu akan mati besok pagi”.
Maka sesuai hukum kausalitas bahwa orang yang rajin bekerja akan memperoleh hasil yang sepadan dengan pekerjaanya.
Namun yang perlu mendapat perhatian adalah bahwa manusia sudah ditetapkan takdir rezikinya, seberapa keras bekerja seseorang kalau belum ditakdirkan rezikinya tentu tidak bisa dimiliki, atau sekecil usahanya atau tidak ada usaha pun kalau sudah ditakdirkan pasti akan sampai reziki kepadanya.
Sudah menjadi kodrat alam bahwa di dunia ada yang kaya dan ada pula yang cukup. Ada yang rajin bekerja dan ada pula yang malas. Oleh karena itu hendaknya manusia rajin bekerja dan rajin berdo’a agar memiliki kehidupan yang layak bahkan bisa lebih berkecukupan.
Hikmah berikutnya dari “Berbuat baiklah kepada orang lain seperti halnya Allah telah berbuat baik kepadamu”, Sungguh benar bahwa Allah SWT telah memberikan fasilitas kehidupan bagi manusia. Allah SWT memberikan nikmat sehingga manusia dapat melihat, mendengar, merasakan, membau, berjalan, berlari, bernapas dll, yang manusia tentu tidak bisa menghitung nikmat Allah SWT.
Sebagaimana termaktub dalam QS. An-Nahl (Surat ke -16 dalam Al Qur’an) ayat 18 yang artinya “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Oleh karena itu, ketika manusia telah mengetahui bahwa Allah SWT telah berbuat baik kepada setiap orang, maka hendaknya setiap orang berbuat baik kepada orang lain.