Peluang dan Tantangan Big Data di Indonesia

Ilustrasi data dan riset.
Sumber :
  • Freepik

VIVA – Sebagian orang mungkin kini tak asing lagi dengan Big Data, khususnya mereka yang berada di bidang pemasaran, teknologi, riset, dan sebagainya. Big Data memang lazim dikaitkan dengan bidang-bidang tersebut.

img_title Bisnis Makin Dekat dengan Pelanggan Lewat Video Call WhatsApp, Apa Saja Manfaatnya?

Big Data adalah konsep pengelompokan atau pengumpulan data dalam skala besar, yang terdiri dari berbagai macam jenis data, meliputi data terstruktur, semi terstruktur, dan tidak terstruktur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Manfaat Big Data bisa dirasakan ke berbagai bidang, mulai dari bisnis, transportasi, serta pendidikan. Contohnya pun kini bisa dirasakan secara dekat oleh sebagai pengguna. Misalnya, manfaat Big Data di bisnis adalah memudahkan pelaku usaha untuk memasarkan produknya ke pengguna.

img_title 10 HP Bekas dengan Spesifikasi yang Masih Layak untuk Aktivitas Usaha, Dijamin Bisnis Makin Praktis

Dalam media sosial, penggunaan Big Data yang dimanfaatkan pelaku usaha adalah adalah data aktivitas pengguna di media sosial seperti jumlah like, komentar, dan sebagainya.

Data tersebut banyak digunakan untuk memutuskan akan membuat atau menghadirkan produk apa ke pelanggan serta sebagai bahan pertimbangan dalam memasang iklan dan membuat kampanye pemasaran.

img_title 5 HP Terbaik untuk Pengusaha Muda, Ini Fitur Penting yang Bisa Membantu Bisnis Tetap Jalan Setiap Hari

Manfaat Big Data di bidang transportasi adalah memudahkan pengguna untuk mengetahui dan mengunjungi suatu lokasi yang mungkin asing. Salah satu aplikasi yang bisa jadi contoh Big Data di bidang ini adalah online maps yang menggunakan data dari citra satelit terkait pengelolaan wilayah.

Alhasil, pengguna bisa melihat daerah yang sedang macet di Maps dan membuat penunjuk arah untuk pergi ke lokasi tertentu dengan mudah.

Perkembangan Big Data di Indonesia
Pemanfaatan data dalam bisnis saat ini memang mulai banyak dilakukan. Namun, era Big Data yang digadang-gadang bisa memudahkan banyak sektor pekerjaan nyatanya juga tidak gampang diimplementasikan.

Berdasarkan survey Sharing Vision pada 2016 di Indonesia, sebanyak 74 persen responden mengaku mengadopsu big data dalam menunjang pengambilan keputusan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, sebanyak 48 persen responden mengatakan, kendala utama dalam adopsi big data adalah sumber daya manusia, dimana kompetensi yang paling dibutuhkan dalam mengolah big data adalah big data analytic.

Refocus, platform pendidikan online yang fokus menghadirkan kelas edukasi seperti digital marketing dan data analisis melihat Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan dalam memanfaatkan teknologi Big Data, khususnya dari segi pengelolaan data yang ada.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut