Konglomerat Mengalami Efek Ekstasi yang Bukan Uang

Ilustrasi uang
Sumber :
  • vstory

VIVA - Gara gara ekonomi mengalami turbulence, naik turun, krisis moneter, inflasi tinggi maka pemain bisnis mengalami gejolak.

img_title Aksi Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel Berujung Petaka, 1 Polisi Terluka

Kepemimpinan dan pengaruh sosial adalah kemampuan menggerakkan kekuasaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sepanjang hidup kita berpedoman bahwa orang kaya berkuasa. Jadi logika kita, kekuasaan butuh duit. Salah

img_title Sindikat Pemalsuan Rupiah di Tangsel Berniat Edarkan Uang Palsu via Bank Swasta

Kesalahan terbesar adalah memainkan kekuasaan pakai duit. Tidak.

Sekali lagi tidak.

img_title KPK Sita Duit Rp665 Juta di Kasus Rektor Unsoed, Disimpan Dalam Kantong Kresek

Istilahnya, kalau dengkul kita tidak bisa menghasilkan uang, bagaimana mungkin konglomerat dengkulnya bisa punya Rp 70 triliun?

Oleh karena itu, penting bagi kita memainkan kekuasaan.

1. Kekuasaan adalah memainkan tangan-tangan pemangku kuasa. Jadi pertama adalah, tangan siapa yang kita mainkan?

Pengalaman saya berinteraksi dengan konglomerat, tangan mereka menggerakkan orang-orang. Bilamana kita terpilih, mereka pun bisa menggerakkan kita.

2. Dorongan konglomerat bukan uang. Tapi regret. Penyesalan.

Bilamana kita tidak punya uang banyak, istilahnya saya terakhir kehilangan gunting kuku.

Tapi perjalanan konglomerat naik turun ke Rp 70 triliun yang paling diingat adalah regret. Uang-uang kerugian akibat kompetisi.

Ini adalah kemampuan skills leadership.

Beberapa orang saya lihat pernah berinteraksi dengan konglomerat. Tapi mereka mungkin tidak menyerap kehendak si konglomerat.

Kebanyakan orang seperti advokat Alvin lim, sudah sering WhatsApp Kapolri tetapi dirinya terus saja tarik-tarik tangan orang lain, misalnya HRS, Lieus sungkarisma, Refly harun, dll. Bukankah dia sudah ketemu WA Kapolri?

3. Satu dorongan (motivasi) konglomerat akan menarik tangan kuasa lainnya. Saat ada tangan menggerakkan diri kita, itu seperti sebuah roh, atau "soul' dan pihak-pihak lain pun ikut merasakan, dan ikut memainkan tangan kekuasaan.

Jadi sama seperti orang dapat uang banyak, konglomerat pun mengalami efek ekstasi yang bukan uang, misalnya: kemenangan, adanya jalan solusi, keseimbangan kekuatan, titik balik bandul kekuasaan, dll

Misalnya, saya menulis buku

• BLBI
• 9 Naga
• Kekelahan demokrasi
• BPJS kesehatan dan layanan TNI

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Buku buku tersebut tidak langsung digunakan oleh tangan kuasa. Seperti menggali, akhirnya ketemu dengan tangan kuasa.

4. Kehendak tangan kuasa itu hampir mustahil kita ketahui, tanpa diberi tahu. Oleh karena itu, sekali lagi seperti kisah Alvin lim advokat yang bikin YouTube dua ratusan podcast paling vokal se Indonesia sekarang dikurung penjara 4,5 tahun.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut