Al-Qur'an dan Ilmu Pengetahuan
- vstory
“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) stelah (kering)nya, niscaya tidaka akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah”. (QS. Luqman/31: 27).
Senada juga disebutkan dalam ayat lain:“Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. (QS. al-Kahfi/18: 109).
Al-Qur’an sendiri merupakan bagian kecil dari ilmu-ilmu Allah SWT. Itulah mengapa kita mengenal ayat qauliah yang merupakan Al-Qur’an itu sendiri, dan ayat kauniah yang diartikan sebagai alam raya beserta semua makhluk yang ada di dalamnya tak terkecuali manusia. Dalam beberapa ayat Al-Qur’an, Allah SWT menyebut manusia dengan istilah ulil albab, para pakar mendefinisikan istilah tersebut sebagai manusia yang memiliki pemikiran yang mendalam. Allah SWT menciptakan alam raya beserta isinya untuk diteliti, dipelajari dan dipikirkan secara serius dan mendalam, bahwa di balik semua penciptaan itu terdapat kebesaraan Allah SWT. Sehingga dengan kesadaran tersebut membawa manusia pada puncak keyakinannya kepada Allah SWT.
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal”. (QS. Ali Imran/3: 190).
Pada akhirnya, kehadiran Al-Qur’an di tengah-tengah umat seharusnya membangkitkan semangat pengkajian dan pengembaraan intelektual yang kemudian bisa dijadikan dasar untuk menemukan hakikat-hakikat ilmiah dari aneka ragam disiplin ilmu pengetahuan.