Takdir, antara Pesimis atau Optimis

Foto dokpri penulis
Sumber :
  • vstory

Dalam ajaran Islam, semua yang ada di muka bumi ini mengikuti Sunnatullah, aturan Allah SWT itulah Qadha. Sedangkan Qadar adalah ukuran dari aturan-aturan tersebut. Besar kecil (ukuran) usaha atau ikhtiar dalam mengikuti aturan tersebut akan menentukan hasil, oleh karena itu hasil dari usaha inilah yang disebut dengan takdir. Kenyataan bahwa segala sesuatu telah diatur oleh Allah SWT. Tetapi pada sisi lain, usaha atau ikhtiar dari manusia dapat menentukan takdir manusia itu sendiri.

img_title Kepala Dapur SPPG di Surabaya Ditangkap Buntut Gelapkan 8 Jeriken Minyak, Modusnya Bikin Geleng-geleng

Dengan ke-Mahakuasaan-Nya, Allah SWT menciptakan undang-undang, peraturan, dan hukum yang tidak dapat diubah oleh siapa pun. "Dia telah menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat". (Qs. al-Furqan/25: 2). Oleh karena segalanya telah ditetapkan oleh Allah SWT, bukan berarti bahwa seseorang hanya diam dan bertopang dagu tanpa bekerja. Orang yang sudah menentukan pilihan dan cita-citanya tanpa mau bekerja, hanya akan menjadi lamunan atau khayalan semata karena hal itu tidak akan pernah terlaksana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, manusia diberi kebebasan untuk memilih dan diberi hak untuk bekerja dan berusaha demi mewujudkan pilihannya. Akan tetapi, setiap manusia tidak dapat dan tidak dibenarkan memaksakan kehendak kepada Allah SWT untuk mewujudkan keinginannya. Dalam al-Qur'an disebutkan, "bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya". (Qs. an-Najm/53: 39).

img_title Terpopuler: Sosok Sabina Guseynova Mantan Istri Guruh Soekarnoputra, Alasan Sara Wijayanto Gugat Cerai Demian Aditya

Oleh karena itu, sebagai penghayatan terhadap keyakinan akan takdir, maka kewajiban kita memilih segala hal yang baik. Adapun ukuran mengenai baik dan buruk adalah norma yang tercantum pada al-Qur’an dan Hadits, senantiasa tekun, bersungguh-sungguh dalam berusaha sesuai dengan kemampuan, berdoa lalu bertawakal, serta tidak sombong atau tidak lupa diri dan bersyukur apabila berhasil dan tidak berputus asa apabila belum berhasil.

Pemahaman dan keyakinan yang benar mengenai takdir sesuai dengan perspektif al-Qur’an dan Hadits sangatlah penting bagi umat Islam, lebih utamanya lagi bagi peserta didik dan generasi Islam dalam kegiatan pendidikan agama Islam. Penjelasan di atas dapat dipahami dan dirasakan dengan gambaran umum bahwa pentingnya pendidikan agama Islam dengan pemahaman dan keyakinan yang benar akan takdir atau yang kita pahami sebagai iman terhadap Qadha dan Qadar dengan tujuan-tujuan yang diarahkan kepada tujuan beribadah kepada Allah Swt.

img_title Bill Gates Sebut AI Bisa Tewaskan Miliaran Orang di Dunia, Ini Alasannya
Foto, radiomataram.com

Nggusu Waru: Karakter Kepemimpinan Masyarakat Bima

Nggusu Waru menggambarkan karakter atau sifat yang mesti dimiliki oleh seorang pemimpin.

img_title
VIVA.co.id
30 November 2023
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut