Menelusuri Gaya Kepemimpinan Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Sumber: instagram.com/aniesbaswedan
Sumber :
  • vstory

VIVA – Pada tahun 2019 hingga 2022 kursi kepemimpinan DKI Jakarta dipimpin oleh seorang Gubernur bernama Anies Baswedan. Pada kepemimpinan Anies Baswedan banyak masyarakat yang menyukai dengan gaya kepemimpinannya, mulai dari pengembangan kolaborasi antar pihak, digitalisasi pengelolaan pemerintahan, sampai dengan pengambilan keputusan yang demokratis.

Politik Kebencian dan Ajakan Anies Adu Gagasan

Sosok Eks Gubernur DKI Jakarta tersebut disukai oleh kalangan kaum muda hingga emak-emak di Jakarta karena kagum dengan hasil kinerja Anies Baswedan, kekaguman tersebut dapat dilihat dari kinerja yang sudah dihasilkan sehingga kinerja yang sudah diberikan membuat masyarakat DKI Jakarta merasa kagum.

Tipe dan Gaya Kepemimpinan

Fenomena Siradj dengan Go-Anies

Anies Baswedan sendiri menggunakan tipe kepemimpinan berupa tipe kepemimpinan demokratis. Tipe kepemimpinan demokratis ini mengarah pada bagaimana mereka dapat melakukan penerimaan dan melakukan kesadaran bahwa pendapat bawahan ataupun masyarakat itu diperlukan untuk berjalannya kepemimpinan yang baik dan benar. Sebagai seorang gubernur Anies Baswedan tentu menerapkan tipe kepemimpinan demokratis dengan menerima berbagai saran dari masyarakat ataupun bahkan komentar dari masyarakat.

Dalam hal ini bentuk demokratis itu dapat dilihat ketika bagaimana masyarakat Jakarta banyak mengeluh tentang banjir yang terus terjadi, pada akhirnya Anies Baswedan melakukan evaluasi untuk menerapkan berbagai pembangunan saluran air ataupun melakukan kebijakan-kebijakan yang setidaknya bisa mengurangi banjir di DKI Jakarta tersebut.

Deadlock Panmus P3SRS Kalibata City, Warga Minta Gubernur Anies Turun Tangan

Untuk gaya kepemimpinan, dapat dilihat bahwa sejatinya Anies Baswedan ini menggunakan demokratis juga, di mana kepemimpinan berdasarkan pada bagaimana kebijakan ataupun keputusan memimpin itu dilakukan dengan persetujuan bawahan ataupun masyarakat. Dalam hal ini berupa kebijakan Anies Baswedan yang berdasarkan pada perwujudan dari keinginan masyarakat untuk melakukan perubahan, misalnya dalam mengatasi kemacetan ataupun berbagai hal lainnya yang tujuannya adalah memenuhi permintaan masyarakat untuk mengatasi isu yang beredar di masyarakat tersebut.

Kepemimpinan dalam Kolaborasi

Kepemimpinan dalam kolaborasi atau kolaboratif ini berarti melibatkan pada bagaimana seorang pemimpin tersebut melibatkan pemikiran banyak orang yang kemudian digabungkan dan ditarik kesimpulan ke arah mana sebuah kebijakan atau peraturan tersebut dibuat.

Dalam hal tersebut Anies Baswedan memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk berkolaborasi dalam menciptakan Jakarta menjadi lebih baik. Misalnya pada era sekarang ini bermunculan berbagai perusahaan startup yang memang mencakup berbagai kebutuhan masyarakat secara luas. Anies kemudian melakukan kolaborasi dengan berbagai startup baik perusahan yang sudah besar ataupun perusahaan yang baru merintis untuk membantu berbagai perekonomian di Jakarta. Dapat dilihat misalnya perusahaan Gojek yang kemudian dapat menjadi sarana untuk meningkatkan UMKM melalui delivery online dan kolaborasi dengan Gojek serta Pemerintah. Pemerintah sendiri akan merasakan keuntungan dari kolaborasi ini berupa peningkatan dan lancarnya pembangunan ekonomi, terutama pasca pandemi ini.

Kepemimpinan dalam Pengambilan Keputusan

Sebagai seorang pemimpin tentu pengambilan keputusan adalah bagian dari tugas seorang pemimpin. Sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tentu sering untuk melakukan pengambilan keputusan. Di mana dalam hal ini pengambilan keputusan adalah suatu bentuk dari pada bagaimana pemimpin tersebut berhasil menggerakan kepemimpinan atau suatu organisasi yang ada, karena dari keputusan inilah yang menjadi ujung tombak kualitas pemimpin tersebut.

Pengambilan keputusan dari Anies Baswedan ini tentu meliputi pendapat dari berbagai pihak, berbagai macam pihak seperti masyarakat ataupun pihak pemerintah di bawahnya. Pada kepemimpinan dalam pengambilan keputusan ini tentu jika dilihat tentu akan menunjukkan suatu keadilan karena meliputi semua pihak, namun tentu tidak jarang keputusan tersebut juga berakhir tanpa solusi atau tidak memuaskan. Seperti ketika adanya keputusan tentang Kemacetan yang dikeluarkan Anies Baswedan, pada kenyataanya Kemacetan masih terus menjadi isu di DKI Jakarta, hal inilah yang nampak terdapat kekurangan bahwa dengan pengambilan keputusan bersama apabila tidak adanya program yang jelas dan terstruktur serta kooperatif tentu tidak berjalan dengan lancar.

Kepemimpinan di Era Digital

Semakin berkembangnya zaman tentu semakin beragam pula model kepemimpinan. Salah satunya kepemimpinan di era digital. Dalam hal ini menunjukkan pada bagaimana kepemimpinan dapat melakukan adaptasi dengan suatu era digital yang terus mengalami kemajuan dan pada akhirnya pemimpin juga dapat membantu masyarakat dalam berbagai kebutuhan terutama dalam era digital ini.

Anies Baswedan sendiri mampu memanfaatkan kemajuan digital seperti menggunakan sosial media untuk membagikan berbagai literasi ataupun informasi terhadap masyarakat, yang dapat direspons dengan baik oleh masyarakat karena di dalamnya sering membahas tentang pada bagaimana masyarakat yang dapat memberikan respons-respons positif. Dalam hal ini kepemimpinan di era digital oleh Anies Baswedan dilakukan sebagai wadah untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, agar tidak ada suatu jarak yang menjelaskan bahwa beliau adalah pemimpin, artinya dalam hal ini Anies Baswedan berusaha menanamkan stigma bahwa Anies Baswedan dan masyarakat lainnya adalah sama-sama manusia dan berhak untuk bersosial media dan saling memberikan timbal balik.

Manajemen Konflik dan Risiko melalui Kepemimpinan

Manajemen konflik sendiri merupakan bentuk dari manajemen dalam menyelesaikan suatu permasalahan sehingga tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan dan justru menimbulkan masalah baru, dari hal ini manajemen konflik ini berfungsi untuk menyelesaikan suatu masalah.

Jika membahas kepemimpinan Anies Baswedan tentu dalam manajemen konflik dan risiko yang dilakukan tentu dapat dilihat pada bagaimana ketika Anies Baswedan menghadapi laporan tentang kekacauan masyarakat, apabila terdapat kekacauan masyarakat itu ia akan memisahkan urusan tersebut dari ras, agama, suku dan berbagai hal lainnya, dalam hal ini berarti hanya mengkategorikan hanya masyarakat itu saja dan tidak ada hubungannya dengan keberagaman yang ada di Indonesia.

Dalam hal ini tentu manajemen konflik yang dilakukan adalah dengan intropeksi, artinya memperdalami terlebih dalam tentang konflik tersebut yang agar memudahkan mereka dari berbagai permasalahan yang ada agar cepat selesai dan tidak semakin memperkeruh suasana yang ada. Terlebih sebagai pemimpin tentu rawan akan konflik terutama apabila masyarakat tidak terima dengan keputusan yang ada, dalam hal ini tentu akan terdapat berbagai pendekatan seperti sosialisasi tentang kebijakan dan tentunya membuka berbagai kesempatan untuk masyarakat berbicara agar konflik dan risiko yang ada dapat termanajemen dengan baik.

Kepemimpinan Etis dan Keragaman

Suatu kepemimpinan etis ini merujuk pada bagaimana perilaku yang memiliki kesesuaian dengan norma-norma yang ada dan berbagai kebaikan yang ada. Dalam hal ini dengan adanya suatu etika yang baik diharapkan akan mampu memberikan kebaikan serta menghargai adanya suatu keragaman tersebut. Jika melihat kepemimpinan etis dan keragaman Anies Baswedan, tampak pada bagaimana Anies memiliki sifat yang merangkul rakyat untuk melakukan kerjasama dengan Anies Baswedan misalnya dalam pencegahan banjir, penggunaan transportasi umum dan berbagai hal lainnya.

Dalam hal ini Anies menggunakan etika sebagai ujung tombak pada bagaimana membangun pandangan kepada masyarakat bahwa Anies Baswedan ini adalah pemimpin yang baik dan siap membawa perubahan untuk DKI Jakarta, hal inilah yang merupakan bentuk dari kepemimpinan Etis dan Keragaman dari Anies Baswedan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.