Kembang Kempis Nasib Petani

Petani Kian Tua (Sumber: kaltimkece.id)
Sumber :
  • vstory

VIVA – Perekonomian Indonesia pada kuartal III-2022 tumbuh cukup mengesankan. Terbukti ekonomi negeri ini tumbuh sekitar 5,72 persen pada kuartal III. Pertumbuhan ekonomi di kuartal III didorong oleh laju pertumbuhan yang apik dari sektor transportasi dan pergudangan yaitu 25,81 persen secara year on year. Disusul sektor penyediaan akomodasi dan makan minum (17,83 persen) serta sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib (12,42 persen). Namun di balik moncernya kinerja perekonomian Indonesia, ada satu hal yang perlu menjadi perhatian kita, yaitu bagaimana kinerja sektor padat karya kita sebagai negara agraris? Bagaimana wajah sektor pertanian Indonesia?

img_title 10 HP Bekas Rp1 Jutaan untuk Petani: Prioritaskan Baterai, GPS, Kamera, dan Sinyal

Petani di Ujung Tanduk?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara ekonomi, sektor pertanian Indonesia pada kuartal III-2022 tumbuh positif sebesar 1,65 persen. Sektor ini pun menjadi salah satu sektor yang cukup tahan banting, terbukti saat pandemi COVID-19, sektor pertanian mampu tumbuh positif sebesar 1,75 persen dikala ekonomi Indonesia saat itu terkena resesi dengan laju pertumbuhan ekonomi sebesar -2,07 persen selama tahun 2020. 

img_title Keluarga Petani Tolak Jual Tanah 216 Hektare seharga Rp430 Miliar untuk Data Center

Tapi apa yang terlintas dalam pikiranmu jika mendengar kata “petani”? Tua? Perdesaan? atau mungkin miskin? Mungkin beberapa jawaban tersebut bisa saja terucap. Tapi tidak bisa dipungkiri memang kurang lebih seperti itulah fakta keadaan petani kita. Moncernya kinerja sektor pertanian tak serta merta dapat mengangkat derajat para petani. Sektor pertanian masih dihadapkan dengan berbagai persoalan dari hulu hingga hilir. Masalah klasik sektor pertanian seperti tingkat pendidikan petani yang rendah, krisis regenerasi petani, dan kehidupan petani Indonesia yang masih identik dengan kemiskinan adalah sekelumit permasalahan yang harus segera dicarikan solusi demi kesejahteraan para petani. 

Sebagai negara agraris, sektor pertanian merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Menurut data Sakernas Agustus 2022, jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian yaitu sekitar 28,61 persen. Jika dilihat dari segi kualitas sumber daya manusia yang ada di sektor pertanian juga cukup memprihatinkan. Petani Indonesia umumnya adalah kelompok penduduk berusia tua. Hasil Sakernas Agustus 2022 menunjukkan jumlah tenaga kerja sektor pertanian di Indonesia didominasi kelompok umur 45 tahun ke atas yaitu sebanyak 56,62 persen. Selain itu, jumlah petani Indonesia juga didominasi berpendidikan sekolah dasar (SD) ke bawah yaitu sekitar 66,26 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Dukung Swasembada Gula, Pabrik Gula Tjepiring Kendal Konsisten Serap Tebu Petani
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut