Pemanfaatan Google Earth dalam Pembelajaran Sejarah Asal Usul Nenek Moyang

Derry Anggraeni P, S.Pd., Guru Sejarah SMAN 1 Taman
Sumber :
  • vstory

VIVA – Belajar bukan hanya menghafal sejumlah fakta atau informasi. Belajar adalah berbuat, memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Kegiatan pembelajaran harus dapat mendorong aktivitas peserta didik supaya tujuan yang diharapakan dapat tercapai.

img_title Pasukan Penerjun Freefall Ikut Atasi Karhutla, Prabowo: Pertama Kali dalam Sejarah!

Berdasarkan observasi kelas di SMA Negeri 1 Taman menunjukkan tingkat keaktifan peserta didik masih kurang dan belum optimalnya penggunaan media pembelajaran yang mampu mendorong peserta didik untuk aktif berperan serta dalam pembelajaran sehingga hasil belajar dari ketiga ranah yang diharapkan belum tercapai. Berdasarkan pengalaman hasil belajar tersebut, maka penggunaan media Google Earth berbasis e-learning dapat digunakan sebagai media pembelajaran alternatif untuk meningkatkan minat belajar siswa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui aplikasi Google Earth yang diterapkan di dalam pembelajaran sejarah, khususnya untuk menghasilkan imajinasi tentang rute perjalanan migrasi nenek moyang tanpa mengharuskan kehadiran, diharapkan peserta didik akan memiliki perspektif tiga dimensi. Hal yang berbeda jika hanya menyajikan materi sejarah melalui buku teks atau power point. Seperti halnya tujuan dari pendidikan ini, yaitu peserta didik tidak saja bisa memahami materi yang disampaikan oleh guru, namun juga peserta didik bisa memahami bagaimana keadaan sejarah tersebut.

img_title Masih Ingat Game Snake? Permainan Sederhana yang Diam-diam Mengubah Sejarah Industri Mobile Gaming

Hal ini juga nanti akan menggugah minat peserta didik untuk menyampaikan pendapat-pendapat baru dengan apa yang telah mereka lihat. Sehingga guru pun bisa memberikan nilai lebih dari penyampaian mereka ini sebagai nilai karakter mereka nanti dan harapan guru mereka bisa mengaplikasikan di lingkungan sekitar mereka terutama dalam hal toleransi dengan sesama dalam kehidupan sehari-hari.

Generasi yang berjalan saat ini adalah generasi Alpha. Generasi Alpha dinilai memiliki pandangan yang lebih terbuka dan maju dari generasi sebelumnya. Pendidikan yang dapat memfasilitasi generasi Alpha ini adalah pendidikan yang sudah akrab pula dengan teknologi digital, guru bukan lagi sebagai sumber belajar satu-satunya melainkan guru menjadi fasilitator yang mampu memfasilitasi belajar anak generasi Alpha ini.

img_title Tak Pernah Terjadi Sebelumnya! Haaland Antar Norwegia Cetak Sejarah Pertama ke Perempat Final Piala Dunia

Dengan mengkolaborasikan teknologi digital yang membuat pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien, dipadukan dengan aktivitas-aktivitas fisik yang menyenangkan membuat semangat dan motivasi belajar anak menjadi meningkat. Pemanfaatan media Google Earth ini sesuai dengan generasi saat ini, di mana generasi saat ini sangat melek teknologi. Sebagai seorang guru di era digital dituntut untuk bisa memanfaatkan teknologi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut