Guru Honorer, Tugas Mulia Saatnya Sejahtera
- vstory
VIVA – Berbicara masalah kesejahteraan guru memang tidak ada habisnya. Topik ini selalu hangat untuk dibahas karena, sampai saat ini kesejahteraan guru masih jauh panggang dari api. Tugas mulia guru masih belum diimbangi dengan kesejahteraan yang memadai. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, para guru masih harus nyambi pekerjaan lain agar dapur tetap mengepul.
Benni Setiawan (2020) menyatakan, sampai kapan pun kita harus tetap menagih janji pemerintah dalam menyelesaikan masalah kesejahteraan guru. Nasib guru honorer harus tetap diperjuangkan agar proses belajar mengajar berjalan dengan lancar. Tanpa kesejahteraan yang layak, kemungkinan besar proses pendidikan yang selama ini kita gaungkan tidak akan berjalan dengan semestinya.
Di beberapa media sosial, sejumlah guru honorer mengeluhkan tentang pendapatan yang masih jauh dari upah minimum kabupaten (UMK). Jika mau disebutkan, gaji guru honorer di daerah hanya berkisar Rp300.000/bulan. Gaji ini pun kerap diutang dan dirapel selama tiga-enam bulan. Dengan gaji sekecil itu, apa mungkin mereka bisa mengajar dengan maksimal? Tugas berat mengajar yang mereka lakukan masih belum diimbangi dengan gaji yang layak.
Dalam pidatonya pada momentum Hari Guru Nasional, sebagaimana dikutip dari detik.com, Mendikbud Nadiem Makarim (2019) menyatakan, peringatan hari guru seharusnya tidak hanya diisi dengan peringatan atau seremonial yang berisi kata-kata mutiara berisi pujian dan sanjungan pada guru. Peringatan hari guru harus juga dibarengi dengan semangat untuk menyejahterakan guru honorer yang selama ini masih belum terealisasi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani, sebagaimana dikutip dari laman infokemendikbud.id, menjelaskan bawah pemerintah menganggarkan dana pendidikan sebesar 20?ri APBN atau senilai Rp444 triliun. Sebagian besar atau sekitar 2/3 dari anggaran tersebut untuk keperluan daerah.
Jadi, pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin untuk turut menyejahterakan guru, khususnya honorer yang selama ini masih jauh dari kata sejahtera. Lewat anggaran dana tersebut, pemerintah pun menggulirkan beberapa program demi peningkatan guru sehingga kelak bisa mendapatkan gaji yang layak.
Upaya Pemerintah
Sampai detik ini kesejahteraan guru memang masih belum merata. Sebagian sudah merasakan kesejahteraan yang selama ini diharapkan, tetapi sebagian yang lain masih menunggu nasib yang belum jelas. Status mereka yang selama ini sebagai guru honorer masih berupa “slogan” tanpa ada kejelasan nasib. Bahkan, sebagian dari mereka merasa hanya dianggap guru ketika dibutuhkan, tetapi kesejahteraannya masih memprihatinkan.