Ramadan, Persaudaraan dan Takwa

puasa, persaudaraan dan takwa
Sumber :
  • vstory

Dari al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda: Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan,kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.”

img_title Wajib Tahu! Niat Mandi Sunnah Idul Fitri dan Tata Caranya

Berjabat tangan merupakan ibadah yang disyariatkan, baik ketika bertemu atau
berpisah. Begitu banyak kemuliaan di bulan Ramadan yang sekaligus menjadi momen
untuk mempererat ukhuwah islamiyah/persaudaraan kita.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maka, dalam menjalin persaudaraan pun, mesti dilandasi dengan takwa kepada Allah.
Al akhilla’u yaumaidzin ba’duhum li ba’din aduwun illal muttaqin. Bahwa akan datang
hari dimana orang yang awalnya bersaudara ketika di dunia, namun di akhirat mereka
malah bermusuhan.

img_title Akhir Ramadhan Tiba! Ini Jadwal Buka Puasa Jumat 20 Maret 2026 untuk Jakarta

Karena ketika hidup di dunia persaudaraan mereka tidak didasari taqwa pada Allah. Takwa secara bahasa artinya menghindar. Apabila diartikan berarti menghindar dari siksa Allah di dunia dan di akhirat. Orang yang berpuasa harapannya ialah akan terhindar dari siksa dunia dan akhirat.

Kekuatan Terbesar

img_title Dari Dini Hari hingga Magrib, Kisah Haru Ibu-ibu Siapkan Ribuan Hidangan Buka Puasa

Umat Islam mempunyai kekuatan besar, yaitu Ukhuwah Islamiyah. Kunci ukhuwah itu
bisa terjaga ketika kita memperhatikan sikap dan santun kepada orang lain. Juga harus
bisa mengendalikan lisan dan tindakan yang tidak hanya menuntut orang lain untuk bersikap baik pada kita. Karena dengan begitu, Allah senantiasa menjaga ukhuwah kita.

Maka, sudah seharusnya kita mampu mengendalikan lisan dan tingkah laku. Allah SWT berfirman “Orang-orang beriman itu bersaudara. Maka eratkanlah hubungan antara kedua saudaramu itu dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat
rahmat. (al-Hujurat: 10)

Kebaikan dari sahabat yang bertaqwa akan memotivasi kita untuk ikut melakukan
kebaikan pula. Karena dengannya akan banyak memberi pengaruh positif dan tentunya
baik untuk diri seseorang. Sebagai sahabat pun akan saling mengingatkan dan
menasihati ketika salah satunya lalai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maka, sudah seharusnya mempunyai sahabat yang bisa saling membantu khususnya dalam hal ketakwaan. Seorang Nabi pun butuh sahabat yang saling membantu dan menguatkan dalam kebaikan dan ketaqwaan.

Ada beberapa cara untuk meningkatkan derajat ketakwaan. Pertama, saling
memaafkan serta mau meminta maaf dan memaafkan. Karena sudah selayaknya
sebagai muslim senang dengan datangnya bulan Ramadan. Bulan di mana umat Islam
saling bermaaf-maafan. Karena sejatinya meminta maaf ataupun memaafkan itu juga
akan mengantarkan kepada ukhuwah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut