Debat Cawapres, Terjebak Hilirisasi?

Debat Cawapres 2024 (Foto/VIVA)
Sumber :
  • vstory

VIVA - Dalam debat cawapres kemarin muncul soal hilirisasi nikel dan di berbagai bidang lainnnya. Hal itu diyakinkan perlunya hilirisasi bagi Indoonesia meskipun ada juga pasangan cawapres lain setengah menolaknya karena dianggap ugal-ugalan.

img_title Resmi Dilantik, Menko Bahlil Fokus Percepat Hilirisasi dan Transisi Energi

Menanggapi masalah ini, tampak beberapa orang, terutama orang pintar selalu terjebak asumsi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Misalnya, dengan dekat hubungan dengan AS maka itu berlawanan dengan nasionalisme. Jadi saat Indonesia ngotot hilirisasi, maka perlawanan hilirisasi dianggap anti nasionalisme. Itu salah kaprah

img_title Tak Hanya Singgung Amanat Pasal 33, Ketua RESSED UI Ungkap Manfaat Hilirisasi untuk Ekonomi Indonesia

Misalnya, saat AS menegur Menko Maritim tanggal 1 Agustus 2023 berujung kemudian Menko Maritim ad interim 5 bulan, seolah olah kita memusuhi AS. Demi nasionalisme. Lo yang melanggar undang undang itu siapa? Kan orang kita sendiri.

Misalnya, kenapa Menko Maritim ditegur menteri keuangan AS? Karena Indonesia melanggar sistem undang undang Word Bank (WB) dan IMF tahun 1954 yaitu seluruh peredaran u(t)ang dicatat melalui bank sentral. Artinya Indonesia setop ekspor nikel, tapi sebaliknya menyelundupkan (monopoli) ekspor nikel ke China ilegal. Demi mendapatkan fasilitas utang gelap hidden debt China.

img_title Bahlil Rangkap Menko dan Menteri ESDM, Tetap Berkantor di Kementerian ESDM

Jadi saat WB menyetop utang Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia gara-gara Bank Indonesia membeli SUN Rp 800 triliunan pada Desember 2021, maka kemudian Indonesia mengalihkan utang ke B to B ke shadow banking china, tentunya ya dijepit oleh Menteri Keuangan AS. Iyalah.

Nasionalisme

Utang dengan China pasti sudah ada mekanismenya kalo sampai terjadi default. Sebenarnya ini politik main 2 kaki. Indonesia melihat potensi dimusuhi Barat akibat hilirisasi. Dan risiko sulit mendapatkan pinjaman diantisipasi dengan cari sumber pendanaan baru. Tentu China yang banyak duit dan mau melebarkan sayap pengaruh seperti jadi world bank gelap.

Hanya China yang mungkin bisa walaupun sulit untuk mengancam hegemoni USD.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Shadow banking adalah istilah dengan konotasi negatif yang diciptakan barat. Bagi China itu bentuk kerjasama investasi.

Adalagi istilah debt trap. Ini juga black campaign barat terhadap expansi bisnis China ke seluruh dunia. Namanya uutang itu pasti ibarat pisau dua mata.. Kalau pengelolaan dan FS (feasibility study) nya benar tentu leverage yang dilakukan lebih menguntungkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut