Opini

Idrus Marham: Mencari Kebenaran

Politisi Golkar, Idrus Marham
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Sebab tak sedikit juga pihak yang disalah-salahkan padahal dia tidak seperti apa yang diungkapkan orang. Di sini merasa benar merupakan ungkapan altruistiknya. Ungkapan jujur benarnya. 

img_title Soal Rating Kredit S&P, Purbaya: Lembaga Internasional yang Jujur Melihat Kebijakan Kita Baik

Karena dia haqul yakin bahwa proses yang dijalankan sudah sesuai kaidah, dan sesuai syariatnya. Tidak sebagaimana yang dituduhkan orang. Juga tidak Sebagaimana tudingan orang yang berbasis rekayasa imajiner. Termasuk jika orang yang menuduhnya sampai  menggunakan dalih manipulatif, dalih keyakinan orang banyak -- yang termakan isu.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maka dalam keadaan seperti ini,  merasa benar adalah sikap yang benar. 

img_title Usai Dirutnya Resign, Danantara Ungkap Soal Dugaan Rekayasa Keuangan di Pos Indonesia

Namun demikian, sebagaimana dengan konsep benar. Konsepsi merasa benar juga beragam variannya. Ada yang merasa benar dengan jujur secara apa adanya, ada juga yang merasa benar secara ada apanya. Andai ia merasa benar dengan jujur secara apa adanya, kontektualistas dan faktanya jelas, maka  ia sebenernya termasuk pihak yang merasa benar dengan benar. 

Tapi sebaliknya, jika andalannya merasa benar hanya  berbasis akal akalan, bulus bulusan,  maka ia sesungguhnya termasuk kalangan pendusta. 

img_title Nadiem Makarim Harap Kasusnya Jadi Perbaikan Sistem Hukum RI: Ada Kebenaran di Sisi Saya

Kalangan yang memanipulasi kebenaran sedemikian rupa, mengkoyak segala rupa, sehingga merusak kebenaran orang lain. Demi sikap merasa benarnya. 

Orang yang mengandalkan sikap merasa benar, pasti akan terjebak oleh rekayasa rekayasa kebenarannya sendiri. 

Persoalannnya, mudahkah membedakan orang benar dengan orang yang merasa benar? 

Di situ masalahnya. Tak mudah! Kalau saja perbedaaan antara benar dan merasa benar ini, masih kelihatan jenjang  jaraknya, maka ia akan gampang diidentifikasikan. Gampang ditebak. Tapi bagaimana jika kejelian bermanipulasi sudah menggunakan rekayasa ilmiah? Memanfaatkan psikologi masa dan menggunakan  cover -cover kebenaran? 

Tak mudah! Membedakan yang benar dan merasa benar, bak mencari semut hitam, berjalan di batu hitam saat gelap gulita malam. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tapi percayalah, Sifat benar selalu memberi bukti, sementara yang merasa benar, pasti terbukti!

Saatnya kita jujur pada gerakan kebenaran. Jujur pada hati nurani. Jangan jujur pada gerakan anti kebenaran, seperti orang-orang yang berpura-pura jujur di balik ketidak jujurannya. Naudzhubilllah. (Idrus Marham, Politisi Golkar)

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham

Idrus Marham Yakin Golkar Jadi Partai Masa Depan di Bawah Bahlil-Sarmuji

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, meyakini Partai Golkar mampu bertransformasi menjadi partai masa depan di bawah kepemimpinan…

img_title
VIVA.co.id
20 Oktober 2026
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut