Berkurban, Ritual Keagamaan Bermakna Sosial

Hewan kurban.
Sumber :
  • AP Photo /Achmad Ibrahim

                         (Artikel Opini ini ditulis oleh Wakil Ketua Bakrie Amanah, Teguh Anantawikrama)

img_title Tiga Orang Jadi Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

VIVA – Mensyukuri nikmat adalah salah satu kewajiban yang sering kali terlupakan oleh manusia. Banyak dari kita yang terlalu sibuk dengan rutinitas sehari-hari sehingga tidak menyadari betapa banyak nikmat yang telah diberikan Allah SWT.  mengingatkan kita akan pentingnya mensyukuri setiap nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nikmat yang Sering Terlupakan

img_title Atomy Indonesia Salurkan Donasi Rp 200 Juta untuk Keluarga Dhuafa di Sepanjang 2026

Sesungguhnya kita telah banyak mendapatkan nikmat Allah yang sering kita lupa akan nikmat tersebut. Salah satu contohnya adalah nikmat udara yang setiap hari kita hirup. Kita mungkin tidak pernah memikirkan betapa berharganya udara yang segar dan bersih sampai tiba saat kita membutuhkan alat bantu pernapasan. Udara adalah kebutuhan vital bagi setiap makhluk hidup, namun kita sering kali tidak menyadarinya hingga kita merasakan kesulitan bernapas.

Begitu juga dengan nikmat memiliki indra perasa. Kita menikmati berbagai rasa dari makanan yang kita konsumsi setiap hari. Namun, ketika pandemi Covid-19 melanda, banyak orang yang kehilangan indra perasa mereka. Hanya saat itulah kita menyadari betapa berharganya kemampuan untuk merasakan makanan.

img_title Hari Anak Nasional, BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting

Nikmat-nikmat yang sering kita anggap remeh seperti udara dan indra perasa, sebenarnya adalah pemberian yang sangat besar dari Allah SWT. Kita harus selalu bersyukur atas setiap nikmat kecil maupun besar yang kita terima”.

Berkurban sebagai Bentuk Syukur

Berkurban adalah salah satu cara untuk mengingat berbagai nikmat Allah dan berbagi dengan saudara-saudara kita yang lain. Ibadah kurban bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga memiliki makna sosial yang mendalam. Melalui berkurban, kita diingatkan untuk tidak hanya menikmati nikmat tersebut sendiri, tetapi juga untuk berbagi dengan orang lain.

Berkurban bukan saja harus dimaknai sebagai kegiatan ibadah tetapi juga untuk menjalankan khitah kita sebagai mahluk sosial dan kita bisa berbagi dengan saudara-saudara kita.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam momen berkurban, kita dapat merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya dengan melihat senyum di wajah mereka yang menerima daging kurban.

Terkait perintah berkurban yang Allah SWT firmankan dalam Surah Al Hajj ayat 34-35:
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ (34) الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَالصَّابِرِينَ عَلَى مَا أَصَابَهُمْ وَالْمُقِيمِي الصَّلاةِ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (35)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut