Perlukah Kurikulum Merdeka Diganti?
- vstory
Meskipun Kurikulum Merdeka memiliki keunggulan, Namun, implementasinya di lapangan belum berjalan mulus.
Pertama, ketimpangan sarana dan prasarana serta sumber daya antara sekolah di kota besar dan daerah terpencil. Banyak sekolah di wilayah terpencil yang masih kekurangan akses internet dan keterbatasan pemahaman teknologi, sementara Kurikulum Merdeka membutuhkan dukungan akses internet dan teknologi yang memadai.
Â
Kedua, masalah kesiapan guru. Guru dituntut untuk menguasai teknologi, karena Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, guru juga harus mengelola administrasi secara digital. Kondisi ini membuat guru yang kurang menguasai teknologi kesulitan dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
Â
Jadi, perlukah Kurikulum Merdeka diganti?
Â
Seperti yang kita ketahui, mengganti kurikulum memerlukan waktu, biaya, dan tenaga yang besar. Selain itu, terlalu sering mengganti kurikulum dapat membingungkan siswa, guru, dan orang tua, karena mereka harus beradaptasi dengan kurikulum baru. Hal ini dapat mengganggu stabilitas sistem pendidikan.
Â
Pemerintah lebih baik menyempurnakan dan memperbaiki kurikulum daripada harus menggantinya. Pemerintah dapat fokus pada penguatan pelatihan guru agar guru menjadi siap dan menyediakan infrastruktur yang lebih merata, tidak lupa juga pemerintah harus melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan kurikulum ini supaya kurikulum ini lebih baik ke depannya dan juga dapat relevan sesuai dengan perkembangan zaman.