Puisi: Antara Metafora dan Istilah

Senja (Foto/Arif Gumantia)
Sumber :
  • vstory

VIVA – Ada istilah yang menarik berkaitan dengan puisi, yaitu istilah "cah senja" di medsos, yang konotasinya adalah mereka yang muisi ( menulis puisi di medsos ) ketika menjelang senja.

img_title Strategi Ciputra Group Perkuat Kedungu Bali Jadi Destinasi Lifestyle dan Wisata Kelas Dunia

Terkadang menjadi semacam joke: "wah...udah jelang senja, saatnya muisi". Terus biasanya ada yang berkomentar: "wuih...dah jadi cah senja".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini menjadi menarik ketika kita membicarakan metafora senja, karena metafora senja itu banyak sekali dalam diksi puisi dan lirik lagu. Seperti puisinya Chairil Anwar, Senja di Pelabuhan Kecil. Rendra pun dalam sajaknya :

img_title Buku Puisi Esai Denny JA Diterjemahkan 35 Bahasa

Sajak Seorang Tua di Bawah Pohon

Senjakala yang menyala !
Singkat tapi menggetarkan hati !
Lalu sebentar lagi orang akan mencari bulan dan bintang-bintang !

img_title Mengenal Puisi Esai dan Cara Baru Membaca Peristiwa Sejarah

Senja menjadi metafora yang menarik untuk menyampaikan sesuatu, bisa untuk menggambarkan sesuatu yang fana, kesunyian, pergantian waktu, dan lain-lain.

Sebagaimana arti puisi, Puisi” berasal dari kata Yunani “poiesis”—“poiein”, yang artinya “menemukan”—“menciptakan”. Sebagai penemuan-penciptaan, puisi tentu soal penghayatan, pertanyaan terhadap realitas dalam diri maupun di luar diri. dan bagaimana mencari jawabannya.

Hal ini membuat puisi selalu relevan bagi kehidupan, bahkan signifikan atau penting. Jawaban-jawaban atau realitas-realitas baru yang ditemukan dalam proses penghayatan itu tentu belum terbahasakan, sehingga dibutuhkan metafor-metafor yang diciptakan melalui penukaran, pengubahan tanda, atau analogi dari aset bahasa berdasarkan prinsip-prinsip similaritas-dissimilaritas, yang ketepatan dan kebermaknaan merupakan taruhannya.

Penggunaan metafora dan ironi menurut Sapardi Djoko Damono adalah kreativitas penyair dalam menulis puisi, hal inilah terletak inti puisi, Sapardi menyebutnya sebagai : “bilang begini, maksudnya begitu”.

Penyair menyampaikan sesuatu gagasan tetapi cara penyampaiannya dengan menggunakan peranti bahasa yang berupa metafora, personifikasi, dan ironi sehingga pembaca harus menafsirkan makna yang tersirat dari larik larik puisi tersebut.

Senja sebagai metafora tentu menjadi menarik, sebagaimana pengertian metafora adalah majas (gaya bahasa) yg membandingkan sesuatu dengan yang lain secara langsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Metafora adalah gaya bahasa perbandingan. Dengan kalimat yang singkat, metafora adalah mengungkapkan ungkapan secara tidak langsung berupa perbandingan analogis.

Tentunya jika ingin menulis puisi, tidak selalu menggunakan metafora senja saja, juga tidak selalu menulisnya saat jelang senja, agar metafora senja tidak menjadi klise dan miskin makna.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut