Asal Mula Nama Yogyakarta
- vstory
VIVA – Kata Yogyakarta (sekarang sering ditulis Jogjakarta) yang menunjuk nama suatu wilayah di Tanah Air kita (juga tempat saya dilahirkan dan dibesarkan) pada awalnya bernama Ngayogyakarto Hadiningrat.
Banyak pihak yakin bahwa Ngayogyakarto Hadiningrat adalah nama yang diberikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I untuk menyebut wilayah kerajaan yang didirikannya.
Untuk mempersingkat kata, maka banyak orang kemudian hanya mengucapkan kata Ngayogyakarto untuk menyebutnya. Berhubung lidah orang Belanda sebagai bangsa asing yang menjajah sukar menyebutkan kata,"Nga" diawal kata, maka pengucapan Ngayogyakarto saat itu sering hanya diucapkan Yogyakarto oleh orang-orang Belanda.
Penyebutan nama Yogyakarto tersebut kemudian sering diikuti oleh orang pribumi. Sejalan dengan perjalanan bangsa kita yang menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan maka pengucapan Yogyakarto (bahasa Jawa) akhirnya berubah dan selalu diucapkan Yogyakarta.
Secara etimologis Ngayogyakarto berasal dari kata Nga - Yogya - Karto. Kata Nga pada Ngayogyakarto merupakan sinonim A yang berarti tidak. Berhubung orang Jawa lebih suka menggunakan kata Nga daripada A untuk diawal kata maka kemudian A berubah menjadi Nga.
Perubahan A menjadi Nga ini biasanya terjadi hanya dalam percakapan lisan, merupakan simufiks bukan prefiks (awalan) yaitu suatu jenis imbuhan yang diwujudkan dengan penyengauan bunyi pertama suatu bentuk dasar dan berfungsi membentuk verba (memverbalkan nomina), adjektiva atau kelas kata lain.
Kata Yogya merupakan pergeseran lafal dari Yudha yang berarti perang, sehingga kata Ngayogya dapat diartikan sebagai tidak ada perang. Sedang kata Karto berasal dari kata Kerto yang berarti makmur sehingga kata Ngayogyakarta bisa diartikan sebagai makmur setelah tidak ada perang.Â
Hadiningrat berasal dari perpaduan kata Hadi - Ning - Rat, kata Hadi berarti indah atau asri, sedang Ning berarti Hening atau aman tenteram dan Rat artinya jagad/bumi atau negeri/wilayah.
Dengan demikian secara keseluruhan Ngayogyakarto Hadiningrat bisa diartikan sebagai Negeri atau wilayah yang aman tenteram makmur dan indah setelah tidak ada (atau berakhirnya) perang.
Penggunaan kata Ngayogya yang berarti setelah tidak ada perang ini dilatarbelakangi terjadinya perang berkepanjangan yang berakhir dengan ditandatanganinya Perjanjian Giyanti.