Kabar Santri Garut Dipukul dan Dibacok Ternyata Bohong

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria dan pengurus Ponpes Al-Futuhat.
Sumber :

VIVA – Kabar tentang seorang santri yang dikeroyok enam pria tak dikenal di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ternyata tidak benar dan tidak pernah ada kejadiannya.

img_title Hari Santri 2026, Menag Dukung Gerakan Bersarung-Peci Sekali Sepekan Demi Jaga Identitas Budaya RI

Menurut Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, kabar yang viral di media sosial itu hanya kabar bohong alias hoax. Hal ini terungkap setelah polisi memeriksa santri yang dikabarkan menjadi korban, yakni Abdul alias Uloh (24 tahun).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setelah kami lakukan pendalaman kasus pengeroyokan ini tidak pernah terjadi, itu hanya informasi bohong," kata Budi Satria, Rabu, 7 Februari 2018.

img_title Menag Luncurkan Satgas Safe Santri, Gandeng Gus Kautsar

Selain itu, kepolisian juga memeriksa salah seorang ustaz yang mengajar di pondok pesantren tempat Uloh mondok, yakni di Ponpes Al-Futuhat. Hasilnya, dipastikan tidak ada rekayasa dalam kasus ini, yang ada hanya salah paham.

"Mohon maaf, Uloh ini memiliki keterbatasan dalam berbicara, ketika menyampaikan informasi tidak jelas sehingga pihak pesantren mengira jika Uloh telah dianiaya oleh enam orang tak dikenal," ujar Budi.

img_title Dari Kitab Kuning ke Kecerdasan Buatan, Bagaimana Santri Menghadapi Perubahan Zaman?

Lanjut Budi, hasil pemeriksaan polisi, tidak ditemukan luka sedikit pun di tubuh Uloh. Walau pun pakaian Uloh dalam kondisi robek. "Inilah, kami juga masih mendalami kasus ini," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya Uloh mengaku menjadi korban penganiayaan, Sabtu, 3 Februari 2018. Uloh katanya mengaku dikeroyok oleh enam orang tak dikenal menggunakan balok dan senjata tajam.

Kasus tersebut sempat ramai diperbincangkan setelah Ustaz Ahmad Syatibi yang merupakan pimpinan Ponpes Al-Futuhat mengunggah foto-foto Uloh ke Facebook.

Baitul Hikmah bisa jadi contoh pengembangan ilmu di pesantren

Mengenal Baitul Hikmah, Tradisi Keilmuan dalam Sejarah Islam yang Melahirkan Ilmuwan Muslim

Pesantren di Indonesia harus mampu malanjutkan tradisi keilmuan seperti di Baitul Hikmah, sebagai pusat perkembangan ilmu pengetahuan pada masa kejayaan peradaban Islam.

img_title
VIVA.co.id
31 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut