Banyak Kampus Asing Bisa Bikin Devisa RI Bertambah

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

VIVA – Pemerintah membuka pintu lebar bagi perguruan tinggi asing untuk membuka kampusnya di Indonesia. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, menyebut, sudah banyak perguruan tinggi asing yang berminat, diantaranya berasal dari Inggris dan Australia.

LPEI Bakal Salurkan PMN 2022 Rp5 Triliun untuk Genjot Kinerja Ekspor

Menurut Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, terus dibukanya kampus asing akan memberikan dampak baik kepada devisa Indonesia. Pihaknya pun mendukung kebijakan tersebut.

"Ya, sekarang begini deh, pernah tidak dihitung berapa besar devisa yang keluar karena mahasiswa kita yang mungkin mampu sekolah di luar negeri. Itu sangat besar kok," kata Bambang di kantornya, Rabu 21 Maret 2018.

Setop Ekspor Batu Bara, DPR: Devisa Hilang US$3 Miliar per Bulan

Ke depannya sambung dia, pemerintah ingin lebih banyak devisa yang masuk ketimbang keluar dari Indonesia. Salah satu jalannya bisa dari kebijakan ini.

"Jadi kalau bisa yang keluar itu sebagian bisa ditahan, dan salah satunya dengan pendidikan berkualitas itu," katanya.

Genjot Kinerja Ekspor, Sudah Ada 27 Desa Devisa hingga Desember 2021

Menurutnya, untuk membuat pendidikan dalam negeri lebih berkualitas cukup membutuhkan waktu. Sehingga upaya mempercepatnya adalah menggandeng perguruan tinggi luar negeri.

"Pendidikan berkualitas kalau dalam negeri kan butuh waktu. Solusinya untuk percepat ya, bekerja sama dengan pendidikan tinggi dari luar negeri," ungkapnya.

Menteri BUMN Erick Thohir.

Erick Thohir: RI Akan Bangun Kawasan Ekonomi Kesehatan di Bali

Alasan dibangunnya Kawasan Ekonomi Kesehatan di Bali adalah karena devisa atau uang orang Indonesia lari keluar negeri mencapai Rp97,5 triliun. 

img_title
VIVA.co.id
9 Januari 2022