BERITA > NASIONAL
Senin, 29 Maret 2010 08:02 WIB

Rekening Tambun Gayus Tambunan

Oleh : Arry Anggadha, Eko Huda S, Nezar Patria, Bayu Galih, Fadila Fikriani Armadita

VIVAnews – Gayus Halomoan Tambunan punya hidup bak sihir. Saat pertama kali masuk kantor pajak, pemuda yang baru berumur 30 tahun ini masih tinggal menumpang di rumah sederhana orangtuanya di pemukiman padat penduduk di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta. Ini sebuah rumah sempit, bercat kusam, rusak pintunya, dengan plafon yang lapuk dimakan cuaca.

Dan... Abrakadabra! Lima tahun lalu, tiba-tiba saja ia sudah berumah mewah di Kompleks Gading Park View, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ini bukan sembarang rumah. Menurut pengakuannya saat diperiksa jaksa, rumah berlantai tiga di tanah seluas 436 meter persegi ini dibelinya seharga Rp.3 miliar.

Namun, apa lacur, kenikmatan tinggal di perumahan bermotto “Yang Lebih Baik Bagi Kehidupan” itu cuma sekejap bisa dienyam Gayus, petugas penelaah keberatan dan banding pajak di Direktorat Jenderal Pajak. Hidupnya yang sedang di puncak dunia dijungkirkan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Markas Besar Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Susno Duadji.

Kamis, 18 Maret 2010 lalu, dalam sebuah konperensi pers yang mengejutkan, ‘Sang Jenderal Buaya’ secara terbuka menuding ada makelar perkara di tubuh kepolisian. Bahwa ketika masih menjabat Kabareskrim pada 2009 lalu ia dikirimi laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Isinya tentang rekening tambun Gayus itu senilai Rp.25 miliar.

Rekening itu bau amis. Gayus cuma pegawai pajak rendahan. Golongan kepangkatannya baru IIIA. Maksimal, gaji karyawan pajak di level ini ditambah tunjangan program reformasi birokrasi di Departemen Keuangan, hanya sekitar Rp.6 juta per bulan.

Yang lebih mencurigakan lagi, demikian Susno memaparkan, hasil penyelidikan tim Bareskrim setelah ia lengser menyimpulkan uang yang bermasalah hanyalah Rp.400 juta. Sisanya, sekitar Rp.24,6 miliar kini tak tentu rimbanya. “Dua minggu saya keluar uang itu sudah dibagi-bagi," kata Susno.

Tak kepalang tanggung, Susno menuding sejumlah jenderal di Trunojoyo terlibat dalam praktek makelar kasus dalam penanganan kasus pencucian uang Gayus. "Brigjen EI, yang kemudian digantikan Brigjen RE, KBP E, dan Kompol A," kata dia. Tak pelak, telunjuknya mengarah langsung kepada dua jenderal, Brigjen Edmon Ilyas yang kini menjabat Kepala Kepolisian Daerah Lampung dan Direktur II Ekonomi Khusus Markas Besar Kepolisian RI Brigjen Raja Erizman.

Dan Jumat kemarin Gayus pun mengalami lompatan baru dalam perjalanan hidupnya: ia menghilang. Tak segera dicekal aparat, Gayus ditengarai terbang ke Singapura.

Selengkapnya baca: Rekening Tambun Gayus Tambunan.