TUTUP
TUTUP
VIVABOLA

Upaya Menyembunyikan Bakat Dembele Gagal karena Medsos

Banyak wonderkid berakhir jadi pemain gagal, karena ketenaran.
Upaya Menyembunyikan Bakat Dembele Gagal karena Medsos
Wonderkid Glasgow Celtik, Karamoko Kader Dembele. (Daily Mirror)

VIVA.co.id – Karamoko Kader Dembele terus menjadi pembicaraan di dunia sepakbola, setelah video debut bocah ajaib Glasgow Celtic berusia 13 tahun itu untuk tim U-20 beredar luas. Hanya sembilan menit dia bermain sebagai pemain pengganti, tetapi cukup membuat banyak orang terpanas.

Dilansir dari Sports Mail, Rabu 5 Oktober 2016, melihat tubuh kecilnya di antara para pemain lain, bisa membuat orang khawatir. Namun, mereka akan lupa menutup mulut yang menganga, setelah melihat kemampuannya dengan bola di lapangan.

Orangtuanya berasal dari Pantai Gading, tetapi Dembele lahir di Lambeth, London Selatan pada 2003. Keluarganya, kemudian pindah ke Govan, Skotlandia. Talenta sepertinya mengalir dalam keluarga Karamoko, karena kakaknya, Siriki ternyata juga punya bakat sepakbola luar biasa.

Siriki sebelumnya sempat menjalani uji coba di Celtic, tetapi kemudian terpilih untuk masuk Akademi Nike di St George Park, ditangani oleh pelatih dan mentor elite. Bakat sang kakak, disebut sama luar biasanya dengan Karamoko.

Peter Paton adalah pelatih pertama Karamoko di klub anak-anak Park Villa. Paton melatihnya sejak usia enam tahun, hingga bergabung dengan Celtic empat tahun kemudian. Dia mengaku masih ingat, bagaimana harus berusaha keras melindunginya, dari incaran para pencari bakat klub besar.

"Saya menyadari talentanya, sejak hari pertama melihat dia bermain di lapangan sekolah dengan bola tenis. Saat Anda melihat dia di lapangan, sungguh spesial, sangat natural. Saya ingat, dia menjadi pemain terbaik pada usia delapan tahun, dan pencari bakat Newcastle terus membuntutinya," ucap Paton.

Karamoko disebutnya mencetak terlalu banyak gol, hingga Paton harus memainkannya di posisi lain. Namun, dimainkan sebagai bek kiri, Karamoko tetap bakal menaklukkan para pemain lawan dari belakang, dan mencetak banyak gol juga.

Payton pun bercanda, bahwa satu-satunya cara menyembunyikan talentanya, adalah dengan menempatkan Karamoko sebagai kiper. "Dia adalah anak yang sangat menyenangkan. Dia bakal berjalan dengan senyum di wajahnya sepanjang hari. Keluarganya juga sangat rendah hati," ucap Payton.

Dia khawatir, dengan banyaknya perhatian yang didapat Karamoko sekarang. Apalagi, sudah banyak nama disebut, dianggap bakal jadi pemain besar masa depan, tetapi akhirnya hanya berujung menjadi pemain gagal. Kehidupan tidak selalu berjalan seperti diharapkan.

Nama-nama mantan bocah ajaib beberapa tahun silam, seperti Nii Lamptey, Freddy Adu, dan Sonny Pike, menjadi saksi bagaimana ketenaran bisa menjadi bumerang. Kepala pelatih tim muda Celtic, Chris McCart, sepakat dengan Payton soal melindungi Karamoko.

"Kami puas melihat Karamoko membuat debutnya. Fakta bahwa dia bermain melawan pemain tujuh tahun lebih tua darinya, adalah indikasi kualitas yang dimilikinya. Apa yang perlu kami ingat, adalah Karamoko masih 13 tahun," ujar McCart.

Menurut McCart, Celtic memberinya kesempatan debut di tim U-20, hanya untuk memberi pengalaman sebagai bagian dari pengembangannya. "Karamoko masih kecil dan banyak hal masih perlu dilakukan, dan kami tidak akan terburu-buru dengannya," kata McCart.

Celtic tidak berharap, debut yang dilakukan Karamoko bakal menyebar di internet dengan cepat. DIpastikan, setelah ini bakal banyak pencari bakat yang terus mengawasi perkembangan Karamoko. Situasi tersebut bisa menjadi tekanan, yang menghambat perkembangannya. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP