Sidang Parlemen Inggris, antara Brexit dan Daftar Belanja yang Panjang

Ratu Elizabeth II menyampaikan pidato di parlemen Inggris. - BBC
Sumber :
  • bbc

Pemerintah Inggris pimpinan Perdana Menteri Boris Johnson menyampaikan kebijakan "ambisius" terkait kejahatan, kesehatan, lingkungan dan Brexit lewat Pidato Ratu yang dipandang oleh partai-partai oposisi sebagai sebuah "manifesto pemilu".

Pidato yang disusun pemerintah dan kemudian disampaikan Ratu Elizabeth II pada acara Pembukaan Sidang Parlemen tersebut juga berisi berbagai rencana hukuman yang lebih keras bagi pelanggar hukum pidana dengan kekerasan dan sasaran resmi pemotongan polusi plastik.

Wartawan BBC, Laura Kuenssberg, mengatakannya sebagai sebuah "daftar belanja yang panjang".

Tetapi karena PM tidak memiliki kekuasaan mayoritas, sebagian besar rancangan undang undang (RUU) tersebut kemungkinan tidak akan menjadi produk hukum.

Editor politik BBC mengatakan Johnson sangat ingin memusatkan perhatian pada "masalah kebutuhan sehari-hari" seperti pendanaan sekolah dan layanan kesehatan (NHS), atau cara baru dalam merawat para manula.

Tetapi tidak terdapat jaminan bahwa program legislatif ini akan disetujui parlemen. Jika para anggota parlemen menolaknya, maka ini akan memicu kembali desakan dilakukannya pemilihan umum.

Partai Buruh menyatakan keseluruhan hal ini sebagai sebuah "rekayasa" politik.

Meskipun ketidakpastian Brexit terus berlanjut, pemerintah menyatakan tetap akan berpegang pada rencananya, dengan menyatakan maksud untuk menetapkan anggaran negara pada tanggal 6 November.

Perundingan keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit terus berlanjut.

Inggris berusaha mencapai kesepakatan yang memungkinkannya keluar pada tanggal 31 Oktober.

Pemerintah menyatakan jika kesepakatan tercapai dengan Uni Eropa, maka Inggris akan memperkenalkan RUU kesepakatan mundur, dengan harapan dapat mendapatkan persetujuan Parlemen sebelum batas waktu tanggal 31 Oktober.

Perundingan intensif yang dilakukan pada akhir minggu gagal menghasilkan terobosan.

Para pejabat Uni Eropa secara terbuka membicarakan kemungkinan perpanjangan kembali dan PM Johnson mengatakan masih tersisa "banyak pekerjaan penting".


Ratu Elizabeth II didampingi Pangeran Charles yang bergelar Prince of Wales. - Getty Images

Pidato Ratu diwarnai dengan berbagai prosesi, mulai dari kedatangan Ratu dan anggota keluarga kerajaan lainnya di Istana Westminster dengan menggunakan iring-iringan kereta dan pembacaan pidato dari singgasananya di Majelis Tinggi.

Johnson yang mulai memerintah pada bulan Juli mengatakan pihaknya memusatkan perhatian untuk "mendapatkan keuntungan dari kesempatan yang diberikan Brexit".