Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Campak: Wabah yang Bermula dari Salah Suntik

Jumat, 6 Desember 2019 | 06:43 WIB
Oleh :
Foto :
  • bbc
Pemerintah memperingatkan bahwa anak-anak yang paling berisiko terkena campak. - Getty Images

Keluarga yang belum divaksinasi di Samoa, Pasifik diminta untuk merentangkan bendera merah di luar rumah untuk membantu petugas meredam wabah campak.

Bendera merah ini akan membantu tim medis berkeliling dari rumah ke rumah untuk memvaksin.

Baca Juga

Pemerintah Samoa mengatakan lebih dari 4.000 orang terkena campak dari penduduk yang berjumlah 200.000 jiwa.

Enam pulang orang dikabarkan meninggal sejauh ini, dan banyak di antaranya adalah anak di bawah lima tahun.

Samoa menetapkan keadaan darurat bulan November untuk memerangi wabah dan vaksinasi merupakan kewajiban.

Semua sekolah ditutup dan anak-anak di bawah 17 tahun dilarang berkumpul.

Meskipun korban meninggal karena campak di dunia turun tajam sejak tahun 1960-an, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan berjangkitnya kembali penyakit ini di dunia sejak tahun 2017.

Tingkat vaksinasi yang rendah di Samoa adalah salah satu penyebabnya korban meninggal di tahun 2018, setelah dua anak diberikan vaksin yang campurannya tidak tepat.

Campak adalah penyakit sangat menular yang menyebabkan batuk, bintik merah di kulit dan demam.

Meskipun vaksinasi yang efektif dan aman tersedia, beberapa negara maju mengalami peningkatan kasus dalam beberapa tahun terakhir.

Peningkatan ini sebagian disebabkan sejumlah orang tua menolak vaksinasi karena alasan keagamaan, filosofis dan kekhawatiran bahwa vaksin menyebabkan autisme.

Seberapa buruk wabah campak Samoa?

Pada hari Senin (02/12), negara pulau di Pasifik ini menyatakan jumlah kasus mencapai angka 3.728.

Jumlah kasus baru yang tercatat pada hari Minggu dan Senin saja telah mencapai 198.

"Keadaan ini sangat mempengaruhi semua orang," kata Sheldon Yett, wakil UNICEF untuk Pasifik kepada BBC.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler