Wisata Kunang-kunang Naik Daun, Tapi Serangga ini Bisa Punah

- Getty Images
Sumber :
  • bbc

"Bukan ingin menyalahkan turis, tapi jika mereka berjalan di tanah, mereka mungkin saja menginjak kunang-kunang betina yang sedang bertelur. Mereka mungkin saja membunuh generasi penerus," kata Lewis.

Di Thailand, Malaysia dan Filipina, industri ini telah bertahan selama beberapa dekade, tapi biasanya tidak dikelola dengan baik, katanya.


Musim kunang-kunang hanya berlangsung tiga bulan di Meksiko, yang berarti konsentrasi pengunjung pada periode tersebut dapat menambah tekanan terhadap ekosistem. - Pedro Berruecos

Kumpulan kunang-kunang bakau hidup secara eksklusif di hutan bakau di sepanjang sungai.

Pejantan berkumpul dalam jumlah besar untuk menarik betina dengan memancarkan cahaya yang juga menarik para pelancong.

Kapal-kapal bermotor mengarungi sungai, menciptakan riak yang dalam jangka waktu panjang menyebabkan erosi dan membunuh pepohonan tempat kunang-kunang hidup.

"Para operator juga menabrakkan kapal ke pinggiran sungai untuk menggoyangkan pohon dan membuat kunang-kunang keluar untuk dilihat turis," kata Lewis.

"Ada bukti jika cahaya kamera saja bisa mengganggu kunang-kunang dan mempengaruhi keberhasilan reproduksi mereka, apalagi lampu senter."

Wisata kunang-kunang yang ramah lingkungan, mungkinkah?

Lewis menekankan bahwa wisata kunang-kunang berperan penting menggerakkan ekonomi lokal dan tidak semestinya dilarang sama sekali.

Tapi, para operator tur dan pelancong dapat mengembangkan praktik pariwisata yang ramah lingkungan.

Blog g er pelancong Katie Diederichs dan suaminya, keduanya dari Amerika Serikat, memilih operator wisata di Bohol, Filipina, untuk mendapatkan pengalaman menyaksikan kunang-kunang pada 2015.

Berwisata dalam kelompok kecil pada malam hari dengan menggunakan kayak dengan satu lampu - pengalaman tersebut dirancang untuk sedapat mungkin tidak mengganggu habitat kunang-kunang, kata Katie.

"Banyaknya cahaya dari kunang-kunang membuat hutan bakau tampak seperti pohon Natal - terasa seperti keajaiban.

"Kunang-kunang pejantan terbang, memberikan ilusi cahaya, sementara para betina berkedip."

Perusahaan tersebut dijalankan oleh warga lokal yang menyayangi kunang-kunang dan ingin melindungi lingkungan mereka.

Tapi Katie mengaku menyaksikan beberapa operator lain menggunakan "kapal besar untuk turis" melewati mereka "menimbulkan riak besar ke arah kami".


Fotografer konservasi Carla Rhodes menangkap kunang-kunang Big Dipper di Pegunungan Catskill in New York, AS. - Carla Rhodes Photography