Penembakan Massal di Jerman, Sembilan Orang Tewas
- bbc
Seorang pria bersenjata menembaki pengunjung di dua bar sisha di kota Hanau, Jerman bagian Barat, dan menyebabkan sembilan orang meninggal dunia serta melukai beberapa lainnya.
Menurut keterangan polisi, penembakan terjadi pukul 22:00 waktu setempat hari Rabu (19/02). Di kedua bar sisha tersebut, kebanyakan pengunjungnya adalah etnik Kurdi.
Tersangka kemudian kabur ke rumahnya dan ditemukan tewas di sana, dan bersamanya ada jenazah satu orang lainnya.
Pihak berwenang menyatakan ada bukti bahwa pria bersenjata itu seorang ekstrem sayap kanan.
Menurut polisi, si tersangka membunuh dirinya sendiri. Tabloid Bild melaporkan ia adalah seorang warga Jerman yang punya izin kepemilikan senjata.
Amunisi serta magasin peluru ditemukan di mobilnya.
Menurut surat kabar Bild, si penembak ini mengungkapkan pandangan sayap kanannya dalam sepucuk surat pengakuan dan video. Namun ini semua belum dipastikan secara resmi.
Kejaksaan Federal Jerman yang menyelidiki kejahatan terorisme telah mengambil alih kasus ini.
Seorang juru bicara mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa ada "tanda-tanda motivasi xenophobia" dalam penembakan tersebut.
Apa yang kita ketahui tentang penembakan ini ?
Kejadian pertama terjadi di bar sisha Midnight di pusat kota Hanau yang terletak sekitar 25 km sebelah timur Frankfurt. Saksi mata melaporkan adanya belasan suara tembakan, dan setidaknya tiga orang meninggal dunia.
Tersangka kemudian pergi dengan mobil berwarna gelap menuju daerah Kesselstadt dan melancarkan aksi di Arena Bar & Cafe, di mana sedikitnya lima orang tewas.
Bar Shisha merupakan tempat di mana orang-orang sering berkumpul untuk menghirup asap dari pipa yang dikenal dengan nama sisha atau hookah.
Secara tradisional, sisha banyak ditemukan di Timur Tengah dan Asia, dan kini juga populer di berbagai belahan dunia.
Penembakan ini memicu pencarian tersangka selama tujuh jam. Petugas saat itu membuka kemungkinan adanya lebih dari satu tersangka.
"Alamat rumah diblokir secara ekstensif oleh polisi dan dirazia oleh pasukan khusus. Dua jenazah ditemukan. Salah satunya kemungkinan besar adalah si pelaku," kata kepolisian dalam pernyataan mereka.