Lockdown Kota Wuhan Sudah Dicabut, Tapi Warga Tak Merayakan

Sumber :

Namun, tidak semua orang yang ada di Wuhan dapat kembali ke kota mereka semudah itu.

Misalnya, mereka yang mau pergi ke Beijing harus mendapat izin dari Pemerintah Beijing, sebelum membeli tiket transportasi.

Hampir semua orang yang berasal dari Wuhan harus melakukan karantina 14 hari saat tiba di kota lain.

Mereka juga baru diizinkan untuk meninggalkan Wuhan, bila telah melewati pemeriksaan dan mendapat penilaian "hijau" di kolom kesehatan pada aplikasi pemerintah.

Sedangkan, mereka yang mendapat penilaian "merah" atau "oranye", akan tetap dilarang berpergian selama beberapa minggu atau bulan.


Warga Wuhan kini sudah diperbolehkan untuk keluar dari rumahnya setelah larangan berbulan-bulan.

Reuters

"Orang-orang tidak bergejala masih bisa membawa virus dan masih bisa menularkan. Jadi kita harus hati-hati menangani mereka," kata Liu Zhengyin, spesialis penyakit menular.

"Karena Wuhan sedang pelan-pelan melonggarkan aturan terkait beberapa aktivitas, kasus [virus corona] sesekali masih bisa muncul dalam proses ini. Namun, warga tidak perlu khawatir."

Pemerintah kota Wuhan berharap dengan dikuranginya jumlah penerbangan dan berlakunya larangan masuk bagi warga asing ke China, pemerintah pusat dapat lebih ketat mendeteksi warga negara China yang terinfeksi virus corona sewaktu mendarat di negara tersebut.

Selain Wuhan, kota-kota lain di provinsi Hubei juga sudah mulai melonggarkan aturan mereka terkait "lockdown".

Namun, stigma terhadap penduduk dari provinsi Hubei tetap masih ada seperti yang terjadi di perbatasan provinsi Jiangxi akhir Maret lalu.

>

Hari berduka nasional

Akhir pekan lalu, China menetapkan hari berduka nasional bagi ribuan keluarga korban yang meninggal karena COVID-19, dengan menaikkan bendera setengah tiang dan mengheningkan cipta selama tiga menit.

Selama ini, Pemerintah China meminta agar media selalu menerbitkan berita "positif", seperti pasien yang sembuh atau tenaga medis yang digambarkan sebagai pahlawan.

Namun, bagi mereka yang berduka, seperti Liu Ning yang kehilangan adiknya yang adalah penyandang disabilitas, tentunya sulit untuk melanjutkan kehidupannya.

"Saya menerima panggilan tanggal 12 Februari lalu dari orang yang merawat adik saya. Ia mengabari bahwa adik saya meninggal tapi tidak diberitahu kenapa," kata Liu.