Ribuan Hektar Lahan di NTB Terlantar

Sumber :

VIVAnews - Sebanyak 18 ribu hektar tanah di pulau Lombok dan Sumbawa Nusa Tenggara Barat terlantar. Artinya seluruh lahan tersebut hingga kini tidak memiliki nilai investasi kaerena seluruh lahan tersebut tidak mempunyai izin pengelolaan.

Kepala Badan Penanaman Modal provinsi NTB Jalal mengatakan kondisi itu secara tidak langsung telah menghambat investasi NTB. Saat ini terdapat 465,900 Hektar lahan di NTB yang belum dimanfaatkan. Maka itu pemerintah NTB segera memperjelas status lahan tersebut sehingga kedepan dapat dimanfaatkan.

"ini merupakan masalah besar bagi kelangsungan investasi di NTB, bagaimana mau dikelola kalau lahannya belum jelas statusnya,"katanya di Mataram pada Rabu 13 Januari 2009.

Jalal menilai seluruh birokrasi di NTB selama ini belum serius melayani kebutuhan masyarakat terutama pada segi investor. Seandainya semua tanah tersebut dapat dimanfaatkan maka penghasilan NTB akan semakin bertambah sehingga permasalahan yang dihadapi NTB bisa segera teratasi.

Dia menambahkan kasus seperti ini selalu tidak ditindak lanjuti sehingga pemanfaatan tanah tersebut tidak terealisasi selama bertahun-tahun.

Selain itu banyak juga investor yang memiliki Hak Guna Usaha (HGU) yang tidak menjalankan usaha mereka. Masalah ini sudah lama mencuat namun belum ada tindakan tegas dari pemerintah NTB terhadap investor tersebut.

Diduga banyak investor yang memiliki HGU menggunakan izin mereka sebagai agunan ke bank. Sehingga usaha yang seharusnya dijalankan diatas tanah tersebut tidak terealisasi.

Jamal mencatat dari sejumlah lahan tanah tersebut ada 332 hektar tanah yang mempunyai izin dan 120 hektar tanah yang penggunaannya terealisasi.

Untuk mengatasi masalah itu, seluruh lahan yang sudah memiliki HGU akan dipindahkan kepada investor lain yang benar-benar berminat untuk investasi.

"Padahal kan tanah tersebut punya nilai investasi tinggi, bisa digunakan sebagai tempat pariwisata,lahan pertanian dan perkebunan, nah kalau kondisinya dibiarkan begini terus ya sangat disayangkan sekali,"ujarnya.

Laporan: Edy Gustan | Mataram