RI Bikin Jembatan Selat Sunda, Malaysia?

Jembatan Selat Malaka
Sumber :
  • Strait of Malacca Partners Sdn Bhd

VIVAnews - Pemerintah sedang getol membahas rencana megaproyek Jembatan Selat Sunda yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Jawa. Pada saat hampir bersamaan, Malaysia juga tak mau kalah. Negeri jiran ini sedang konsentrasi membangun Jembatan Selat Malaka yang menghubungkan Semenanjung Malaysia dan Pulau Rupat, Indonesia.

Dalam proposal perusahaan asal Malaysia, Strait of Malacca Partners Sdn. Bhd, konsep Jembatan Selat Malaka ini, selain sebagai penyeberangan, juga menjadi tempat wisata.

Konsep jembatan ini didesain agar orang yang melewati dapat menikmati jembatan dari dua sudut pandang yang berbeda. Bisa melihat pemandangan laut, pulau yang indah, atau garis pantainya.

Rentang jembatan ini terletak 12 kilometer dari Pulau Rupat Indonesia, di mana memiliki kedalaman 50 hingga 60 kilometer. Di bawah jembatan bisa dilewati kapal tanker minyak raksasa yang memiliki kapasitas 300 ribu ton.

Selat Malaka memiliki kedalaman 4,3 kilometer dengan jarak sekitar 1,6 kilometer.

Guna memenuhi persyaratan navigasi dan landscape tersebut, maka  jembatan ini akan menggunakan konsep gantung dan jembatan kabel. Kedua model tersebut merupakan kandidat yang paling tepat untuk navigasi umum dari saluran.

Selain konsep itu, desain lainnya rencananya akan mnggunakan konsep terowongan. Dengan menggunakan konsep ini nantinya jembatan akan dibangun di lepas pantai Malaysia dengan melintasi sungai hulu dan hilir dan satu pulau buatan akan dibangun antara saluran navigasi kedalaman laut dan jalur pelayaran umum.

Dari pulau buatan tersebut ada tabung yang direndam yang akan melewati bawah wilayah Pulau Rupat di Indonesia.

Konsep terowongan ini memungkinkan untuk saluran kedalaman air hingga 55 meter tanpa batasan ketinggian pada kapal yang lewat melalui saluran laut.

Pembangunan jembatan yang menghubungkan Kota Malaka, Malaysia, dengan Pulai Rupat, Provinsi Riau, diperkirakan menelan dana US$12,75 miliar atau sekitar Rp110 triliun dengan kurs Rp8.600 per dolar AS.

Jembatan ini menjadi satu proyek ambisisus bagi pertumbuhan Asia Tenggara khususnya RI-Malaysia. Selain itu juga akan memberikan dampak global karena menjadi jalur persimpangan yang nantinya akan meningkatkan keamanan politik dan memicu perubahan lintas wilayah.

Sebagaimana optimisme Malaysia menjadi negara maju pada 2020, dan Indonesia yang menargetkan menjadi negara maju pada 2025, jembatan ini akan menjadi landasan negara Asia Tenggara yang beragam dan secara cepat menjadi pusat kekuatan regional. (umi)