Empat Tahun, Nilai Saham di AS Naik US$12 Triliun

Kesibukan pialang Barclays di bursa efek New York
Sumber :
  • REUTERS/Eric Thayer
VIVAnews - Bank sentral Amerika Serikat secara eksplisit menyatakan bahwa sejumlah kebijakan moneter yang diputuskan memberikan sentimen positif ke pasar saham dan meningkatkan daya beli konsumen.

Ketua Federal Reserve, Ben Bernanke, mengakui hal itu. Menurut dia, seperti dilansir dari laman Bussinessinsider, Senin 11 Februari 2013, banyak kebijakan moneter yang diputuskan The Fed untuk meningkatkan harga saham, telah menghasilkan efek positif pada kenaikan belanja konsumen. 

Harga saham industri real estat meningkat, di tengah sejumlah kekhawatiran investor bahwa Fed akan kembali memutuskan program pembelian aset.

Kapitalisasi pasar dari Wilshire 5000 Index mencapai US$9,2 triliun sejak 9 Maret 2009. Bahkan, sempat menembus US$16,0 triliun pada akhir pekan lalu.
 
Data juga menunjukkan bahwa adanya aliran dana The Fed itu mampu meningkatkan nilai saham-saham di AS sebesar US$12 triliun menjadi US$26 triliun untuk periode kuartal I-2009 hingga kuartal III-2012. 

Sementara itu, nilai saham yang dimiliki investor ritel selama periode tersebut tercatat mencapai US$4,7 triliun hingga US$9,8 triliun. Nilai penjualan reksa dana saham dan reksa dana saham yang diperdagangkan di bursa (Exchange Traded Fund) masing-masing juga naik US$2,3 triliun dan US$634,7 miliar selama periode tersebut.

Selanjutnya, nilai saham pemilik bisnis real estat diketahui melonjak 19,6 persen atau US$1,3 triliun menjadi US$7,7 triliun pada akhir kuartal III-2012. Bahkan, diperkirakan meningkat lagi, mengingat harga rumah naik 10,9 persen (year on year) selama Desember, atau terbaik sejak Januari 2006. (art)