VIDEO: Imlek Tradisional ala Suku Tertua di China

Suku Bouyei
Sumber :
  • Wikipedia

VIVAlife - Nyaris tak ada kepulan asap hio di rumah-rumah penduduk Suku Bouyei di dataran tinggi Guizhou, China. Gegap gempita Barongsai pun tak terdengar riuh. Perayaan Imlek atau tahun baru China di sana, memang berbeda dengan di Indonesia.

Suku Bouyei merayakannya dengan lebih sederhana. Bersama seluruh penduduk desa, mereka menari dan mendendangkan lagu tradisional. Pakaiannya serbahitam dengan akses tenun. Mereka juga mengenakan ikat kepala berwarna hitam.

Sebagian membawa Zhong Ruan, gitar tradisional China. Sebagian lagi memainkan Dizi, alat musik yang fungsinya sama seperti seruling. Lantunan lagu China pun mengalun. Sembari itu, ada lagi sekelompok orang yang menari berpasang-pasangan.

Perayaan Imlek di suku Bouyei masih panjang. Setelah menari dan menyanyi, mereka makan bersama di meja besar. Hidangan yang biasa disajikan, bukan bandeng atau kue keranjang. Melainkan, arak beras dan Chiba, alias kue beras. Tanpa itu, Imlek tak bisa disebut sempurna.

Suku Bouyei sudah melakukan tradisi Imlek itu sejak ribuan tahun lalu. Mereka merupakan penduduk asli dataran Guizhou yang telah bermukim di sana selama 2.000 tahun. Meski tergolong suku tertua di China, mereka tak tertutup pada wisatawan. Pelancong yang berkunjung boleh menikmati perayaan Imlek bersama mereka.

Selain di China, suku Bouyei juga kerap ditemui di Vietnam. Itu karena selama Pemberontakan Namlong tahun 1797, banyak dari suku Bouyei yang represif dan terpental jauh ke tanah Asia Tenggara itu. Desa Namlong di Guizhou, China pernah dipimpin Dinasti Ming, selama 1368-1398.

Intip perayaan imlek tradisional ala suku Bouyei, dalam .
(one)