Ramadan, Perajin Busana Muslim Tenun Banjir Pesanan

Pameran 3rd Moslem World Biz
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar
VIVAnews - Bulan suci Ramadan membawa berkah tersendiri bagi sebagian pelaku usaha, terutama pada perajin usaha busana muslim. Bermula dari koleksi pribadi, seorang wanita perajin busana muslim tenun etnik modern di Gresik, Jawa Timur, kini mulai dibanjiri pesanan, hampir dari seluruh Indonesia.

Tak ada yang menyangka, bisnisnya ini berawal dari keisengan Ni Wayan Parqian mengoleksi busana muslim tenun etnik. Ni Wayan adalah perajin busana muslim yang tinggal di Jalan A. Yani, Gresik, Jawa Timur. Dia menjual beragam jenis busana muslim tenun etnik modern, baik pria maupun wanita dengan berbagai motif dan corak warna.

Busana muslim tenun etnik modern hasil karyanya ini, laris manis dipesan pembeli dari berbagai penjuru negeri. Harganya pun cukup bervariasi, mulai dari Rp150 ribu hingga Rp2 juta.


Wanita asal Bali ini, awalnya memulai bisnis usahanya di kampung halamannya, Pulau Dewata. Namun, sejak ia tinggal di Gresik, dia mulai mengembangkan bisnis dan usahanya, melalui berbagai media sosial, seperti Instagram, Twitter, dan Facebook.


Ni Wayan mengaku telah menekuni usahanya hampir satu tahun. Dia bersyukur pasarnya kini telah merambah pasar nasional. Upaya membangun pelanggan melalui media sosial, membuat Ni Wayan kerap menerima pesanan dari berbagai pulau, seperti Sumatera dan Kalimantan.


Vindya Rossi, salah satu pembeli, mengaku tertarik dengan koleksi busana muslim Ni Wayan karena sangat cocok untuk merayakan Lebaran.


Selain desainnya bernuansa etnik, imbuhnya, Ni Wayan juga mampu mengombinasikan dengan kain daerah sehingga membawa sentuhan baru untuk tampil modis di Ramadan dan Lebaran.


Ni Wayan menjelaskan, jika sebelumnya dalam sehari dia hanya mengirim 5 buah busana muslim, dalam dua bulan terakhir dia mendapatkan pesanan 50-60 busana muslim dalam sehari, atau naik hingga 500 persen.


Selain menjual busana muslim, Ni Wayan juga menjual tas tenun Rang-Rang Songket, kemeja tenun, dan dompet tenun. Secara keseluruhan, bahan dasar yang digunakan merupakan kain motif songket dan kain etnik Bali dari hasil jahit tenun. (
tvOne/Muhammad Habib
)