Hati-hati Jika Menonton Konser Metal

Gerakan headbanging
Sumber :
  • ibtimes.co.uk
VIVAnews - Beberapa dokter di Jerman menyerukan para penikmat konser metal untuk tidak menganggukkan kepalanya terlalu keras saat menonton. Anggukan kepala yang kuat dan cepat seiring alunan musik metal ( headbanging
) akan menyebabkan kerusakan otak.

Ini terbukti setelah mereka mendapatkan pasien berusia 50 tahun yang mengaku mengalami pusing hebat. Dia harus menjalani operasi karena adanya pembekuan darah di bagian kanan kepalanya. Untungnya, darah beku itu telah berhasil diangkat lewat operasi.

Dilansir melalui
BBC
, Senin 7 Juli 2014, dokter ahli bedah otak di Hannover Medical School mengatakan jika kasus ini termasuk yang tidak biasa. Pasien tersebut tidak memiliki trauma kepala, tidak mengonsumsi narkoba atau alkohol. Pasien itu mengingat pernah menghadiri konser metal band Motorhead beberapa pekan sebelum datang ke rumah sakit.


"Kami berasumsi jika
headbanging
dengan akselerasi kecepatan kepala yang kuat dan memaksa, akan mengakibatkan pecahnya pembuluh darah dan menghambat aliran darah di dalam otak," ujar Dr. Ariyan Pirayesh dari Hannover Medical School.


Dalam kasus ini, Dr. Pirayesh mengatakan, setelah mengambil darah beku pada otak pasien, dia menemukan kista yang dekat dengan gumpalan darah beku itu. Kista ini sudah pasti akan membuat otak lebih rentan terhadap pendarahan lanjutan.


Kemungkinan banyak penikmat musik metal yang berpotensi mengalami hal yang sama, hanya saja cedera otak tersebut hanya menyebabkan sakit kepala ringan. Namun, bisa berpotensi mengalami pembekuan otak juga, tergantung tingkat kekuatan saat
headbanging
.


Sejarah Headbanging


Headbanging
merupakan aktivitas yang membutuhkan kekuatan berlebihan saat menggerak-gerakkan kepala ke atas ke bawah, sesuai dengan hentakan musik cadas. Kebanyakan penonton konser musik
heavy metal
melakukan hal ini.


Gerakan ini pertama dikenal pada 1970. Motorhead merupakan salah satu band yang berhasil mempopulerkan "speed metal", sebuah musik dengan irama dan tempo yang cukup cepat, lebih dari 200 ketukan nada per menit.


"Kasus ini merupakan bukti yang mendukung reputasi Motorhead sebagai band
rock n roll
paling
hardcore
di Bumi ini. Hal ini disebabkan karena musiknya yang mengusung kecepatan tinggi dan potensi
headbanging
dalam merusak otak penontonnya," ujar Dr. Pirayesh.


Dr. Pirayesh menambahkan, tidak hanya kerusakan otak,
headbanging
juga bisa mengakibatkan komplikasi kesehatan seperti sakit pada leher dan tulang belakang. (art)