Derita Bulimia Tina Toon
Rabu, 17 September 2014 - 15:43 WIB
Sumber :
- VIVAnews/Beno Junianto
Baca Juga :
Untuk itu, dukungan keluarga mesti kuat. Sehingga mereka yang menjalani diet tak mudah menyerah. “Dukungan keluarga juga penting agar orang gemuk, terutama remaja, tidak salah jalan seperti saya dulu,” ujar Tina.
Mengenal Bulimia
Masalah bulimia yang dihadapi Tina termasuk sebagai gangguan pola makan. Pengakuan Tina sebagai penderita Bulimia hingga berhasil mengalami perubahan berat badan drastis mengagetkan banyak orang.
Gangguan makan ini tak bisa disepelekan karena dapat menyebabkan komplikasi medis yang kronis mulai dari dehidrasi, gagal ginjal, gagal jantung hingga gangguan pencernaan.
Bulimia nervosa atau dikenal sebagai bulimia merupakan gangguan makan kronis yang dapat mengancam kelangsungan hidup penderitanya. Penderita bulimia memiliki kebiasaan menyingkirkan kalori berlebih dengan cara yang tidak sehat seperti memuntahkan makanan.
Terdapat dua kategori bulimia yaitu purging bulimia di mana penderitanya secara rutin memuntahkan makanan atau mengonsumsi obat pencahar, diuretik atau enema dengan dosis berlebihan dan non purging bulimia yang penderitanya melakukan pengurangan kalori dalam tubuh dan mencegah naiknya berat badan dengan melakukan puasa, diet ketat atau olahraga berlebihan.
Seperti dilansir dari situs web kesehatan Medicinenet, tidak ada penyebab spesifik bulimia namun beberapa faktor seperti psikologis dan biologis berperan penting dalam munculnya gangguan makan ini.
Bulimia dan gangguan kejiwaan
Seseorang yang memiliki anggota keluarga yang mengidap gangguan makan berisiko lebih tinggi untuk mengidap penyakit yang sama. Namun, menurut beberapa studi, para penderita bulimia umumnya memiliki masalah psikologi dan kesehatan mental yang terganggu seperti memiliki kepercayaan diri yang rendah, terobsesi memiliki postur tubuh yang langsing dan sebagainya.
"Orang yang mengidap bulimia, terutama kaum perempuan, ekspektasinya sangat tinggi. Misalnya menjaga penampilan dalam keseharian, menjaga berat badan supaya tetap ideal. Mereka juga dituntut lingkungannya agar badan tetap prima, menjaga makanan," kata Psikolog dari Universitas Maranatha, Bandung, Efnie Indranie saat berbincang dengan VIVAlife, Kamis, 11 September 2014.