Derita Bulimia Tina Toon

Sumber :
  • VIVAnews/Beno Junianto


Dalam hal ini,  lanjut Efnie wanita khususnya remaja antara usia 15 hingga 22 tahun ternyata lebih rentan mengidap gangguan makan ini. Hal tersebut dikarenakan tekanan sosial seperti yang mereka lihat di kalangan teman-teman atau media mengenai bentuk tubuh ideal seorang wanita.


Bulimia, kata Efine bukan hal yang mudah untuk disembuhkan karena bukan hanya berkaitan dengan pola makan yang tidak sehat namun juga mengenai bagaimana seseorang memandang citranya sendiri.

Walau begitu, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk sembuh dari gangguan makan ini misalnya rutin berkonsultasi dengan dokter, terapi ke psikiater hingga pengobatan alternatif seperti akupunktur.

Menyebabkan Depresi

Bulimia biasa dialami oleh sosialita dan selebritis ternama. Bahkan yang paling berbahaya, kata Efnie, penderita bulimia bisa mudah mengalami depresi, ada tuntutan perilaku. "Saya menyebutnya ada abnormal behaviour. Tidak wajar dong ini. Mereka juga pakai obat-obatan supaya muntah. Atau, memakai tangan dan benda lainnya supaya muntah."

"Mental mereka pasti tidak kuat. Itu kenapa mereka sampai melakukan bulimia demi karier dan penampilan mereka. Ada presure dari lingkungan. Personality-nya lemah."

Jika bulimia tak segera disembuhkan, ini akan sangat berbahaya, karena dapat kesehatan. "Merusak lambung. Dan ujung-ujungnya bisa depresi. Dipulihkannya lama dan mahal. Ada kemungkinan muncul irrasional believe.

Bukannya jadi nggak pede setelah kurus. Tapi juga ada reaksi. Ada reaksi insecure. Perilaku bulimia ini secara psikologis sudah menyimpang," lanjut Efnie. (ren)