Berharap Mukjizat di Nepal

Duta Besar RI untuk Bangladesh dan Nepal, Iwan Wiranataatmadja
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi

(Kondisi base camp untuk pendakian ke Gunung Everest setelah dilanda longsor akibat gempa di Nepal. Foto: Reuters)

Setelah dua kali gempa, apakah pendakian menuju ke Gunung Everest sudah kembali dibuka?

Tergantung dari jalur mana. Kalau untuk di jalur Lantang tertutup. Titik pendakian ada beberapa.

Bagaimana informasi yang disampaikan oleh Pemerintah Nepal? Apakah ada penutupan jalur pendakian?

Sampai saat ini tidak ada, sebab buktinya orang tetap mendaki ke sana. Paling tidak saya tidak mendengar jika pemerintah mengeluarkan peringatan itu. Apalagi ditutup. Sebab, jika itu yang terjadi dan dilanggar oleh para pendaki, maka mereka bisa ditangkap. 

Apakah sebagian besar WNI yang berkunjung ke Nepal untuk mendaki ke Gunung Everest?

Iya apa lagi yang dicari? Gunung Everest menjadi objek pariwisata utama. Sebenarnya ada dua, yaitu trekking dan climbing. Trekking itu jalan, walau terkadang mendaki gunung juga dan memiliki track sendiri.

Saat ini konsep dikembangkan oleh Pemerintah Nepal adalah home stay di rumah penduduk. Mereka menginap di rumah penduduk sekitar, disediakan makan, dan hidup layaknya orang lokal di sana. Sebagian besar pemasukan Pemerintah Nepal adalah dari objek pariwisata. Pendapatan yang diperoleh Nepal dari sektor itu tidak sedikit.

Apa tantangan terberat yang harus dihadapi di sana untuk mengevakuasi WNI
?

Keadaan lapangan, karena tidak semua daerahnya dikenal. Kebanyakan lokasi bencana di Nepal tidak berada di area kota. Sementara, kebanyakan selama bertugas di Kathmandu saya berada di kotanya saja. Jadi, saya tidak pernah berpikir ada bencana seperti ini.

Komunikasi yang berat. Infrastruktur seperti jalan, jembatan yang belum menunjang terhadap upaya-upaya penyelamatan.

Usai beberapa pekan melalui bencana gempa, bantuan apa yang sebenarnya dibutuhkan warga Nepal?


Dari pengamatan di lapangan ternyata akan lebih baik jika bantuan dikirimkan dengan menggunakan bahasa setempat. Selain itu, ada baiknya jika bantuan berupa makanan turut disesuaikan dengan selera makanan warga sekitar. Itu hasil temuan di lapangan dan telah kami catat untuk pengiriman bantuan ke wilayah bencana selanjutnya.