Personel Black Eyed Peas: Robot Tak Bisa Gantikan Musisi

Will.i.am
Sumber :
  • wiil.i.am
VIVA.co.id - Ilmuwan macam Elon Musk dan Stephen Hawking khawatir, jika saat robot berkuasa, manusia hanya akan dijadikan piaraan. Personel Black Eyed Peas, yang juga teknopreuner, Will.i.am ternyata memiliki ketakutan yang sama.

Ketakukan Will adalah banyaknya investasi terbuang percuma hanya untuk menggali kemampuan robot, ketimbang menghabiskan uang untuk membuat manusia semakin pintar. Inilah yang justru akan membuat mesin-mesin itu akan melebihi kepintaran manusia di masa depan.

Meski Will khawatir akan hal itu, dia percaya jika robot tidak akan bisa berekspresi, atau menciptakan kreativitas. Inilah yang membuat ia yakin bahwa artis pop, atau penyanyi seperti dia tidak akan mudah digantikan oleh robot.


"Bukan kepintaran rekayasa (artificial intelligent/AI) yang mengkhawatirkan saya, melainkan apa yang akan terjadi ke depannya. Miliaran dolar dihabiskan untuk penelitian robot, padahal jumlah itu bisa dialokasikan untuk mencerdaskan manusia," ujar Will.i.am dalam acara peuncuran mobil sport hybrid buatan Lexus di Madrid, seperti dikutip dari
Mail Online
, Senin 3 Agustus 2015.


Di sisi lain, dia khawatir jika teknologi macam SIRI, atau Cortana akan lebih pintar 20 tahun ke depan dibanding manusia berusia rata-rata. Namun, di sisi lain, ia sangat mengharapkan teknologi bisa membantu manusia ke arah yang positif, seperti mencegah perang, atau menghalau penyakit.


"Tapi tetap saja, hubungan antarmanusia masih dibutuhkan di masa depan. Seperti halnya musisi yang kreativitas dan idenya dibutuhkan, ketimbang harus mengandalkan komputer. Saya tidak peduli betapa menakjubkannya robot. Saya masih butuh seseorang yang bisa saya temui dan diajak bekerja sama. Kita tidak akan bisa mengabaikan hubungan kemanusiaan," katanya.


Sayangnya, prediksi Will.i.am bahwa penyanyi tidak bisa digantikan oleh robot sepertinya salah. Di Jepang, karakter popstar virtual telah mengadakan konser di sana beberapa waktu lalu. Dia bernama Hatsune Miku, yang diciptakan oleh perusahaan teknologi Jepang, Crypton Future Media.


Miku menyanyikan lagu yang diciptakan oleh penggemarnya menggunakan software suara dan telah mengadakan konser di arena di Jepang. Miku ditemukan secara segaja sebagai maskot untuk software suara bernama Vocaloid 2, buatan Yamaha. (asp)