Gading Serpong, Kawasan Penghubung Ekonomi Banten

Ilustrasi properti.
Sumber :
  • Forbes

VIVA.co.id - Kondisi Jakarta sudah sangat padat. Meskipun memiliki fasilitas penunjang yang lengkap, namun masyarakat tetap membutuhkan lokasi hunian yang strategis.

Kawasan Gading Serpong di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, dianggap sebagai daerah penyangga Jakarta, yang paling potensial. Kawasan ini didukung sarana perkotaan yang lengkap, memiliki banyak akses jalan tol, serta harga propertinya pun terus meningkat.
 
Lokasinya strategis, karena berada di tengah-tengah kawasan pengembang besar, seperti Paramount Land, Summarecon, Lippo Karawaci, BSD City, Alam Sutera, dan Puri Indah.
 
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, melihat strategis potensi bisnis di Gading Serpong, sehingga kawasan ini diakui sebagai salah satu pusat ekonomi baru (new economic hub) terpenting, tidak hanya di Tangerang Raya, tetapi juga di kawasan Jabodetabek.
 
Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 18 Januari 2016, mengatakan berbagai infrastruktur yang dibangun pengembang swasta di Gading Serpong, membantu membangun koneksi antar kawasan yang dahulunya tertutup. Kawasan Gading Serpong misalnya, kini sudah terkoneksi dengan BSD City, Lippo Village, dan Alam Sutera.
 
Koneksi itu, diakui Ahmed Zaki, turut mendorong perekonomian di Tangerang bertumbuh lebih cepat. Didukung banyak akses jalan arteri, bahkan tol langsung baik Jakarta-Merak dan tol lingkar luar Jakarta (JORR), serta fasilitas penunjang perkotaan yang semakin lengkap.
 
“Gading Serpong sudah menjadi new economic hub paling penting di Tangerang Raya, bahkan untuk Jabodetabek. Pemerintah daerah sangat beruntung, karena kawasan ini infrastrukturnya banyak dibantu swasta, terutama pengembang, sehingga bisa menjadi seperti sekarang,” ujar Ahmed Zaki.
 
Dia menambahkan, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan untuk pertumbuhan kawasan Gading Serpong, terutama sebagai kota penunjang aktivitas bisnis, kesehatan dan pendidikan di Kabupaten Tangerang.
 
Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Banten, Soelaeman Soemawinata, memprediksi Gading Serpong dan sekitarnya bakal menjadi daerah penyangga Jakarta terpenting, karena didukung aktivitas pengembangan kota yang didominasi developer-developer besar seperti Paramount Land, Summarecon Serpong, BSD City, dan Alam Sutera.
 
“Dalam dua tahun terakhir, kawasan ini banyak dibangun berbagai proyek properti tidak hanya residensial, namun juga komersial. Dan, kondisi itu masih akan berlangsung dalam beberapa tahun mendatang,” ujar Soelaeman.
 
Fasilitas seperti rumah sakit, mal, hotel, lapangan golf, perguruan tinggi dan pertokoan memang sudah banyak tersedia di Gading Serpong. Kondisi itu akan membuat kawasan ini semakin ramai dihuni dan tentunya mendorong laju ekonominya berkembang lebih cepat lagi.


 
Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Permukiman dan Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi), Eddy Ganefo, berpendapat sama. Menurutnya, kawasan Serpong, terlebih Gading Serpong merupakan salah satu wilayah di Provinsi Banten, yang sangat strategis, di samping fasilitas perkotaan yang sudah lengkap dibanding kawasan lain di provinsi tersebut.
 
Selain itu, pertumbuhan hunian juga sangat pesat, karena lokasinya strategis karena dapat terhubung langsung ke Jakarta dan Jawa Barat, sehingga Gading Serpong paling cocok dijadikan kawasan penghubung (hub) ekonomi di Banten.
 
“Namun, yang perlu dilakukan pemerintah daerah adalah sebaik mungkin menyusun detail tata ruangnya dengan mempertimbangkan perkembangan kota yang sangat pesat di kawasan ini,” ujar Eddy.

Pengamat Properti, Ali Tranghanda menilai potensi peningkatan investasi properti di Gading Serpong masih sangat besar, ditambah dengan akses langsung jalan tol yang menjamin perkembangan kawasan di masa depan.

Menurut dia, saat ini, kebutuhan masyarakat akan hunian sangat tinggi, terlebih terhadap hunian bagi kelas menengah dan menengah bawah.
 
“Nah, di Gading Serpong masih akan terus dibangun berbagai produk properti, termasuk infrastrukturnya, sehingga kota ini akan semakin ramai dan berkembang,” ujar Ali.
 
Ervan Adi Nugroho, presiden Direktur Paramount Land, salah satu pengembang di Gading Serpong, melihat kawasan ini memiliki potensi pasar yang besar. Karena itu, Gading Serpong tetap merupakan prioritas bagi Paramount Land dalam mengembangkan bisnis propertinya.
 
Paramount Land saat ini telah mengembangkan sedikitnya 1.000 hektare lahan di Gading Serpong, menjadi kawasan hunian terpadu sejak sembilan tahun lalu. Meski saat ini perusahaan mulai merambah pemasaran properti di sejumlah kota besar di Indonesia, namun pengembangan di Gading Serpong tetap yang utama.
 
Dari sisi akses, ungkap Ervan, kawasan Gading Serpong punya banyak kemudahan, yaitu lewat Jalan Raya Serpong dan Jalan Bumi Serpong Damai (BSD) yang dekat dengan pintu tol menuju Jakarta, Merak, dan Tangerang.
 
“Dengan segala keunggulan itu, saya pastikan properti di kawasan Gading Serpong sangat cocok untuk end user maupun para investor, karena rata-rata nilai propertinya bisa naik 10-20 persen per tahun,” kata Ervan. (ase)