Beredar Surat Terbuka Faisal Basri kepada Jokowi
- Agus Tri Haryanto/VIVAnews
VIVA.co.id - Beredar luas di dunia maya surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo yang mengatasnamakan ekonom sekaligus Mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas (Migas), Fasial Basri, pada 16 Januari 2016 lalu.
Dikutip dari blog fasialbasri01.wordpress.com, surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo ini berjudul "Jangan Lanjutkan Sesat Pikir". Adapun, poin utamanya adalah mengenai penolakan pembangunan jalan tol Trans Sumatera, sampai dengan kereta cepat Jakarta-Bandung.
Faisal Basri pun ketika dikonfirmasi oleh VIVA.co.id membenarkan bahwa surat tersebut merupakan tulisan yang diposting oleh dirinya sendiri.
"Benar itu tulisan saya," ujar Faisal melalui pesan singkatnya kepada VIVA.co.id, Rabu, 20 Januari 2016.
Jalan tol Trans Sumatera
Dalam suratnya kepada Presiden Jokowi, Faisal mempertanyakan keputusan mantan Gubernur DKI itu mengenai pembangunan jalan tol Trans Sumatera.
Menurutnya, proyek tersebut tidak jauh berbeda dengan rencana pembangunan jembatan Selat Sunda, yang justru akan membuat kas negara tertekan.
"Sadarkan Bapak (Jokowi), proyek jalan tol Trans Sumatera merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proyek jembatan Selat Sunda? Mengapa Bapak justru memaksakan proyek itu? Karena proyek itu tidak layak secara finansial," tanya Fasial dalam blog tersebut.
Faisal, dalam blog itu menjelaskan, Presiden terkesan memaksa perusahaan-perusahaan pelat merah untuk menggarap proyek tersebut, dengan cara menyuntikkan penyertaan modal negara (PMN) lewat anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
"Bukankah sudah ada Trans Sumatera Highway yang dibangun dengan bantuan Jepang? Jalan itu masih ada beberapa ruas yang mulus. Beberapa memang buruk, perbaiki saja. Itu jalan negara, tanggung jawab pemerintah pusat merawatnya. Jangan karena abai, pemerintah membuat jalan baru, apalagi jalan tol," kata dia.
Dia mengatakan, jalan tol Trans Sumatera hanya akan memperkokoh dominasi transportasi darat, yang justru bertentangan dengan gagasan tol laut yang dicanangkan Presiden Jokowi.
Bahkan, jalan tol Trans Sumatera juga dianggap akan memperburuk kerusakan lingkungan di beberapa daerah Sumatera.
"Berapa ribu hektare lahan yang harus dibebaskan? Jalan tol Trans Sumatera juga tidak akan membantu keterisolasian beberapa daerah. Untuk membuka isolasi, ruas jalan yang perlu dibangun bukanlah jalur Utara-Selatan, tetapi jalur Barat-Timur," tuturnya.