Jokowi Diminta Jangan Asal Kerja Sama dengan Google

Presiden Joko Widodo tiba di Palm Springs California Amerika Serikat
Sumber :
  • ANTARA FOTO/HO/Laily Rachev/Setpres

VIVA.co.id –  Presiden Joko Widodo beserta rombongan berkunjung ke Amerika Serikat selama 16-17 Februari 2016. Dalam lawatannya ke negeri Paman Sam tersebut, delegasi Jokowi akan menyambangi sejumlah kantor perusahaan teknologi di Silicon Valley, seperti Facebook, Google, dan Twitter.

Menanggapi kunjungan Jokowi ke AS tersebut, Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, mengatakan ada tiga poin yang perlu diperhatikan pemerintah sebelum melakukan kerja sama lebih lanjut dengan perusahaan teknologi global.

"Pertama, Presiden jangan memberikan janji apalagi izin sesuatu hal yang belum dipelajari secara matang, seperti drone Facebook, Google Fiber, dan Google Loon maupun memberikan pengampunan Apple yang dipakai timah ilegal di Indonesia," ujar Heru kepada VIVA.co.id melalui pesan singkatnya, Senin 15 Februari 2016.

Kemudian, yang kedua, sebaiknya Jokowi meminta kepada perusahaan teknologi global itu untuk menempatkan data center di Indonesia, sebagaimana regulasi yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Misalnya, menagihkan pajak transaksi iklan dari Indonesia yang belum dibayarkan, seperti Apple bangun pabrik ponsel di Tanah Air.

"Dan, ketiga, agar pelaku usaha teknologi informasi di Silicon Valley bekerja sama dengan operator, startup lokal untuk sama-sama berkembang dan maju, bukan hanya dijadikan Indonesia sebagai pasar," kata pakar telekomunikasi itu.

Diberitakan sebelumnya, Jokowi beserta rombongan akan menyambangi kantor perusahaan teknologi di Silicon Valley, San Francisco pada 17 Februari, mulai dari berpapasan dengan Chief Executive Officer (CEO) Facebook Mark Zuckerberg, CEO Google Sundar Pichai yang didampingi co-founder Google Sergey Brin, dan petinggi Twitter.

Pada kesempatan tersebut Jokowi beserta rombongan membawa dua agenda besar yang akan dipaparkan. Pertama soal upaya Indonesia yang untuk menjadi negara digital ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan industri e-commerce-nya. Indonesia sedang mengembangkan roadmap e-commerce nasional dengan mengolaborasikan delapan kementerian dan lembaga terkait untuk mencapai transaksi US$130 miliar pada 2020.

"Sebagai bagian dari visi pemerintah untuk berkomitmen melahirkan 1.000 teknopreneur dengan nilai valuasi mencapai US$10 miliar pada tahun 2020. Kita punya visi roadmap national tersebut dan kita mengundang kalian untuk menjadi bagian dari visi kita," begitu yang tertulis dalam agenda kunjungan Jokowi ke Silicon Valley.

Kedua, Indonesia turut memerangi aksi radikalisme dengan menyebarkan pesan perdamaian, terutama untuk menangkalnya melalui dunia digital. Kedua agenda tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerja Jokowi berserta rombongan pada 16-17 Februari 2016. (ren)