Ini Pemilik Transportasi Online
Rabu, 23 Maret 2016 - 06:31 WIB
Sumber :
- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Saat ini, Uber beroperasi tidak hanya di San Fransisco, tetapi di lebih dari 250 kota di 50 negara. Satu-satunya perbedaaan di antara beberapa kota yaitu produk yang berbeda. Misalnya, di Indonesia Uber hanya memperkenalkan produk UberX dan Uber Black yakni layanan khusus dengan mobil warna hitam.
Baca Juga :
Gojek
Starup lokal yang berkembang pesat di kota-kota besar ini, dibentuk oleh Nadiem Makarim. Pria kelahiran 1984 ini menamatkan pendidikan SMA di Singapura, sarjana di Brown University, Amerika Serikat, dan master di Harvard Business School.
Pada awal 2015. Nadien mendirikan Gojek, penyedia jasa transportasi ojek. Idenya lahir, saat Nadiem ngobrol dengan aopir ojek. Dia pun mengetahui bahwa mayoritas waktu kerja ojek dihabiskan untuk menunggu penumpang, sehingga tidak produktif.
Diapun melakukan inovasi untuk menghubungkan pengendara ojek dengan calon pembelinya lewat teknologi internet smartphone.
Aplikasi yang dibuat mendapatkan sambutan baik dari masyarakat. Dari semula hanya memiliki sekitar 300 mitra ojek, kini Gojek sudah merekrut ribuan mitra yang tersebar diwilayah Jabodetabek, Bali, Bandung dan Surabaya.
Jalan yang ditempuh Nadiem tak mulus. Pertengahan Desember tahun lalu, Kementerian Perhubungan melarang operasi layanan transportasinya, karena dianggap tidak sesuai dengan undang-undang.
Kemenhub menilai pelarangan itu dilakukan merespons banyaknya masalah yang timbul sesama ojek, baik Gojek dan lainnya, dengan moda transportasi lain. Hal ini, menyangkut masalah kesenjangan pendapatan, keamanan, dan keselamatan masyarakat berlalu lintas. (asp)