29-03-1973: Pasukan AS Mundur dari Vietnam

AS tarik mundur pasukan dari Vietnam
Sumber :
  • www.dispatch.com

VIVA.co.id - 43 tahun lalu, dua bulan usai penandatanganan perjanjian perdamaian Vietnam antara AS, Vietnam Selatan dan Vietnam Utara di Paris, Prancis, kontingen tentara AS terakhir meninggalkan Vietnam Selatan dan membebaskan para tahanan perang yang tersisa di Vietnam Utara.

Mengutip situs History, hal ini juga menandakan berakhirnya invasi AS di Vietnam selama 10 tahun. Berakhirnya keterlibatan AS ini diumumkan sendiri oleh Presiden Richard Nixon di Gedung Putih.

Dalam kesepakatan damai dengan Vietnam Utara, AS sebagai sekutu Vietnam Selatan menerapkan beberapa syarat. Salah satunya adalah pembebasan semua tahanan perang dalam kurun 60 hari dan pada waktu yang bersamaan semua tentara Amerika dipulangkan dari Vietnam.

Selain itu, harus digelar konferensi internasional dalam kurun 30 hari untuk menjamin berjalannya kesepakatan damai. Saat pengumuman Nixon itu, AS sudah lebih dari sepuluh tahun mengirim tentara ke Vietnam.

Keterlibatan AS dimulai pada 1961 melalui bantuan militer tak langsung di era Presiden John F. Kennedy (JFK). Pasca-JFK tewas, dukungan terhadap Vietnam Selatan ini dilanjutkan oleh Presiden Lyndon B. Johnson pada 1963.

Satu tahun kemudian, Johnson memerintahkan serangan bom terbatas pada Vietnam Utara atas restu Kongres. Pada 1965, Kongres juga menyetujui pengiriman pasukan AS ke Vietnam Selatan untuk memerangi Vietnam Utara.

Akhir 1974, pemerintah Vietnam Selatan melaporkan terdapat 80 ribu tentara dan warga sipil mereka telah tewas dalam pertempuran sepanjang 10 tahun.

Sementara kubu AS telah merenggut nyawa prajuritnya sebanyak 60 ribu jiwa, namun tidak diketahui jumlah yang hilang maupun stres akibat perang ini.

Pada 30 April 1975, segelintir warga AS terakhir yang masih di Vietnam Selatan diterbangkan ke luar negeri setelah Saigon jatuh ke pasukan komunis.

Dalam sebuah pernyataan, salah satu komandan perang Vietnam Utara, Kolonel Bui Tin, mengatakan bersatunya Vietnam merupakan kemenangan bersama, dan bukan salah satu pihak.

"Anda (Vietnam Selatan) tidak perlu takut. Di antara Vietnam tidak ada pemenang dan tidak ada yang kalah. Hanya Amerika yang kalah telak," kata Bui Tin.